RSS

Tafsir Al Mu’minun : 99-115

30 Sep

“(Demikianlah keadaan orang-orang kafir itu), hingga apabila datang kematian kepada seseorang dari mereka, dia berkata: “Ya Tuhanku kembalikanlah aku (ke dunia).

Agar aku berbuat amal yang shaleh terhadap yang telah aku tinggalkan. Sekali-kali tidak. Sesungguhnya itu adalah perkataan yang diucapkannya saja. Dan di hadapan mereka ada dinding sampai hari mereka dibangkitkan.

Apabila sangkakala ditiup maka tidaklah ada lagi pertalian nasab di antara mereka pada hari itu, dan tidak ada pula mereka saling bertanya.

Barang siapa yang berat timbangan (kebaikan) nya, maka mereka itulah orang-orang yang dapat keberuntungan.

Dan barangsiapa yang ringan timbangannya, maka mereka itulah orang-orang yang merugikan dirinya sendiri, mereka kekal di dalam neraka Jahanam.

Muka mereka dibakar api neraka, dan mereka di dalam neraka itu dalam keadaan cacat.

Bukankah ayat-ayat-Ku telah dibacakan kepadamu sekalian, tetapi kamu selalu mendustakannya?

Mereka berkata: “Ya Tuhan kami, kami telah dikuasai oleh kejahatan kami, dan adalah kami orang-orang yang sesat.

Ya Tuhan kami, keluarkanlah kami daripadanya (dan kembalikanlah kami ke dunia), maka jika kami kembali (juga kepada kekafiran), sesungguhnya kami adalah orang-orang yang dzalim.”

Allah berfirman: “Tinggallah dengan hina di dalamnya, dan janganlah kamu berbicara dengan Aku.

Sesungguhnya, ada segolongan dari hamba-hamba-Ku berdoa (di dunia): “Ya Tuhan kami, kami telah beriman, maka ampunilah kami dan berilah kami rahmat dan Engkau adalah Pemberi rahmat Yang Paling Baik.

Lalu kamu menjadikan mereka buah ejekan, sehingga (kesibukan) kamu mengejek mereka, menjadikan kamu lupa mengingat Aku, dan adalah kamu selalu menertawakan mereka.

Sesungguhnya Aku memberi balasan kepada mereka di hari ini, karena kesabaran mereka; sesungguhnya mereka itulah orang-orang yang menang.”

Allah bertanya: “Berapa tahunkah lamanya kamu tinggal di bumi?”

Mereka menjawab: “Kami tinggal (di bumi) sehari atau setengah hari, maka tanyakanlah kepada orang-orang yang menghitung.”

Allah berfirman: “Kamu tidak tinggal (di bumi) melainkan sebentar saja, kalau kamu sesungguhnya mengetahui.”

Maka apakah kamu mengira, bahwa sesungguhnya Kami menciptakan kamu secara main-main (saja), dan bahwa kamu tidak akan dikembalikan kepada Kami?

(Al Mu’minun : 99 – 115)

Allah Ta’ala mengkhabarkan keadaan orang-orang yang menjelang maut, dari kalangan orang-orang kafir atau mufrithin (orang-orang yang bersikap meremehkan -pent) dalam melaksanakan perintah Allah. Perkataan mereka merupakan permohonan agar dikembalikan ke dunia, untuk memperbaiki kejelekan-kejelekan yang telah mereka perbuat selama hidup. Allah Ta’ala menyebutkan permohonan mereka untuk kembali, maka Dia tidak mengabulkannya tatkala maut telah menjemput, hari kebangkitan telah tiba, dan bumi telah sampai pada masanya. Ketika itu mereka divonis masuk dalam api neraka, dan sekarat dalam kondisi berada dalam adzab. Maka dikatakan ‘Kalla, tidak”, yaitu bentuk kata penolakan yang artinya : tidak kami penuhi apa yang mereka minta, tidak pula kami terima amalan mereka.

Kemudian Allah Ta’ala berfirman (yang artinya), “Dan di hadapan mereka ada dinding sampai hari mereka dibangkitkan.”. Inilah ancaman untuk orang-orang zhalim yang sedang sekarat tersebut dengan siksa kubur. Yaitu terus menerus diadzab hingga hari kebangkitan kelak.

Kemudian jika hari kebangkitan telah tiba, ditandai dengan telah ditiupnya sangkakala, manusia akan bangkit dari kuburnya. Tidak akan bermanfaat hubungan nasab pada hari itu, hingga tidak ada orangtua yang meratapi dan memeluk anaknya. Maka barangsiapa yang kebaikannya lebih banyak, sungguh ia berada dalam keberuntungan yang besar. Adapun barangsiapa yang lebih berat timbangan keburukannya, sungguh ia telah gagal dan merugi. Kemudian digiringlah mereka ke dalam jahannam dengan jilatan apinya sebagai balasan.

Kemudian Allah Ta’ala mengalahkan argumen yang disusun oleh orang-orang kafir, para pendosa, orang-orang yang gemar melakukan keharaman dan dosa besar, dengan mengatakan, “Telah diutus bagi kalian para Rasul, telah diturunkan untuk kalian kitab-kitab, dan tidak tersisa bagi kalian satu pun hujjah.” Mereka kemudian tidak menemukan celah lagi untuk lari, akan tetapi meminta untuk dikembalikan ke dunia lagi. Maka permohonan tersebut tidak dikabulkan karena tidak ada lagi jalan keluar, bahkan dikatakan kepada mereka,  “Tetaplah di tempatmu wahai orang-orang yang jelek dan hina, dan jangan kembali meminta hal itu, karena sesungguhnya Aku tidak akan mengabulkan yang demikian itu”. Maka tidak ada lagi sekelompok orang yang berkata seperti itu, melainkan bagi mereka musibah dan kesedihan di neraka jahannam.

Kemudian Allah Ta’ala menyebutkan dosa-dosa mereka selama di dunia, yaitu memperolok hamba-hamba yang mukmin dan wali-wali dari kalangan orang yang bertaqwa. Mereka pun tersibukkan dari bermuamalat terhadap Rabb mereka. Maka itulah hari keadilan, dibalaslah kekufuran dan penghinaan mereka dengan lahapan api neraka, sementara itu balasan sebaliknya bagi orang-orang bertaqwa ialah hari kebahagiaan dan keselamatan berupa diselamatkannya mereka dari api neraka.

Kemudian diberitakan pula tentang umur pendek yang mereka sia-siakan di dunia, dengan tidak menaati Allah Ta’ala dan beribadah kepada-Nya semata. Seandainya mereka bersabar selama di dunia, niscaya mereka akan beruntung sebagaimana wali-wali Allah dari kalangan orang-orang bertaqwa. Akan tetapi mereka terlenakan dengan fananya dunia sehingga menyangka bahwa mereka diciptakan bukan dengan maksud dan tujuan apa-apa, tidak ada kehendak maupun hikmah dari penciptaan mereka. Itulah bentuk pengingkaran mereka terhadap hari kebangkitan.

Allah mensucikan diri-Nya dari segala bentuk penciptaan yang sia-sia. Dialah Yang Maha Kuasa, Yang Maha Benar dan suci dari segala kekurangan. Tiada Ilah yang haq selain Dia, Rabb Arsy yang mulia.

(Bahjatun Nazhirin, hal. 629-631)

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada September 30, 2010 in Islam

 

Tag: , , ,

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d blogger menyukai ini: