“(Demikianlah keadaan orang-orang kafir itu), hingga apabila datang kematian kepada seseorang dari mereka, dia berkata: “Ya Tuhanku kembalikanlah aku (ke dunia). Agar aku berbuat amal yang shaleh terhadap yang telah aku tinggalkan. Sekali-kali tidak. Sesungguhnya itu adalah perkataan yang diucapkannya saja. Dan di hadapan mereka ada dinding sampai hari mereka dibangkitkan.
Tulisan terkirim dikaitan (tagged) ‘maut’
“Dan tiada seorang pun yang dapat mengetahui (dengan pasti) apa yang akan diusahakannya besok. Dan tiada seorang pun yang dapat mengetahui di bumi mana dia akan mati.” (Luqman : 34) Tidak ada seorang pun yang mengetahui apa yang akan ia perbuat untuk urusan dunia maupun akhiratnya. Begitu pula tidak ada seorang pun yang dapat mengetahui [...]
Tafsir Al Maut [1]
Posted: September 24, 2010 in IslamTag:kiamat, mati, maut, riyadhus shalihin, tazkiyatun nafs
Ketahuilah wahai sekalian hamba, engkau pasti akan kembali kepada Rabb-mu. Tidak peduli di mana engkau berada di dunia ini. Sesungguhnya penutup dari penciptaan adalah kematian. Allah Ta’ala berfirman, “Semua yang ada di bumi itu akan binasa.” (Ar Rahman : 26). Kematian ialah perkara yang benar-benar ada. Dan ia merupakan makhluq. Allah Ta’ala berfirman, “(Allah) Yang [...]
Kembali 2, Tinggallah 1
Posted: Desember 13, 2009 in IslamTag:amal shalih, hadits, harta, kajian, keluarga, maut, riyadhus shalihin, sunnah
Seseorang memiliki tiga kawan dekat, katakanlah si A, si B, dan si C. Ia dekat dengan dua orang, dan jauh dengan seorang lainnya. Dua orang kawannya ini, yaitu si A dan si B, suka membantu dan menghilangkan kesusahannya ketika sedih dan sempit. Sementara, kawannya yang lain si C, sebaliknya justru sering meminta bantuan kepadanya dan [...]

