RSS

Di Balik Indeks Prestasi (IP)

31 Okt

Home_Photo_booksSyaikh Dr. Shalih bin Fauzan bin Abdillah Al-Fauzan dalam kitab beliau Al-Irsyad Ilaa Shohihil I’tiqod wa Radd Ala Ahlul Syirki wal Ilhad (Bimbingan Menuju Pemahaman yang Benar dan Bantahan Terhadap Pelaku Kesyirikan dan Penyimpangan), menjelaskan sesuatu yang cukup menarik. Dalam bab Perkara-Perkara yang Sering Dikerjakan Oleh Manusia dan Termasuk Dalam Kesyirikan atau Perantaranya, beliau mengetengahkan sebuah perkara yang memang sering sekali kita lakukan dalam kehidupan kita : Menisbatkan Nikmat Kepada Selain Allah.

Qarun, seorang yang tidak asing lagi bagi kita, memiliki harta berupa gudang-gudang yang teramat besar berisi harta, yang kuncinya saja dibawa oleh sejumlah laki-laki paling perkasa. Ketika kaumnya menasihatinya untuk bersyukur kepada Allah subhanahu wa ta’ala, ia menjawab :

“Sesungguhnya aku hanya diberi harta itu, karena ilmu yang ada padaku” (QS. Al-Qashash : 78)]

Sementara itu Allah berfirman tentang sebagian manusia :

Dan jika Kami merasakan kepadanya sesuatu rahmat dari Kami sesudah dia ditimpa kesusahan, pastilah dia berkata: “Ini adalah hakku, dan aku tidak yakin bahwa hari Kiamat itu akan datang. Dan jika aku dikembalikan kepada Tuhanku maka sesungguhnya aku akan memperoleh kebaikan pada sisiNya.” (QS. Fushilat : 50)

Inilah sifat asli manusia. Banyak dari kita yang enggan mensyukuri, walau sekedar mengakui bahwa nikmat itu berasal dari Allah. Termasuk dalam masalah dua digit angka yang menempel pada transkrip. Sebagian orang begitu bangga dengan angka tersebut, dan lupa bahwa itu adalah karunia dan rahmat dari Allah semata. Jika ditanya oleh temannya, “Kok bisa IP-mu tinggi begini?” banyak yang kemudian menjawab sebagaimana perkataan Qarun, “Karena ilmu yang ada padaku” atau “Karena rajinnya aku belajar”, dan sebagainya. Naudzubillah min dzalik.

Padahal, sebuah IP disadari atau tidak, dipengaruhi oleh faktor-faktor eksternal yang begitu dominan. Sistem pendidikan di dunia perkuliahan yang seringkali mengutamakan hasil dan bukan proses, kerap menjadi pemicu tingginya IP. Setelah karena rahmat dan karunia dari Allah, sebenarnya angka IP dipengaruhi oleh hal-hal berikut ini :

  1. Ujian. Tidak bisa dipungkiri, penghitungan nilai A, B, C, D, E adalah murni (dalam sebagian besar mata kuliah) dari hasil ujian, baik Ujian Tengah Semester maupun Ujian Akhir Semester. Kemudian, banyak dari mahasiswa yang ketika mengikuti mata kuliah, sama sekali tidak mengerti (Jawa : “dhong”), hanya saja ia kemudian belajar di detik-detik menjelang ujian, dan sukses.
  2. Kemiripan soal ujian setiap tahun. Beberapa mata kuliah bahkan cenderung stagnan. Tidak ada perubahan soal sedikitpun. Paling khas adalah soal-soal ujian Jalan Rel, atau Dasar-dasar Teknik Transportasi yang diampu oleh Prof. Heru Sutomo. Akibatnya, banyak mahasiswa yang setelah mendapat “A”, mereka masih tidak mengetahui banyak diantara materi-materi perkuliahan selain yang disebutkan dalam soal saja.
  3. Kesehatan. Pernah mengikuti ujian di saat flu ? Padahal hanya flu, penyakit yang ringan dibanding dengan kanker, liver, jantung, dan penyakit kronis lainnya. Namun ketika kita terserang flu, dampaknya akan luar biasa saat mengerjakan soal-soal ujian. Maka, saudara/i ku, berapa sering Allah menganugerahimu kesehatan di kala ujian ?
  4. Dosen. Pernah terjadi, di saat kami semester 3, kelas kami mengalami euforia IP. Terjadi lonjakan drastis IP. Dan setelah ditelusuri, faktor utamanya (setelah rahmat dan karunia Allah semata) ada pada dua mata kuliah : Jalan Rel dan Perancangan Geometri Jalan. Keduanya diampu oleh Dr. Ir. Agus Taufik Mulyana, MT. Dan kebijakan beliau yang paling kontroversial adalah : [1] Peniadaan ujian sama sekali dan digantikan dengan tugas, dan yang paling dahsyat [2] Hanya ada dua nilai : A dan B. Bisa dibayangkan dampak yang terjadi.
  5. Kelompok belajar. Jangan pernah melupakan jasa kawan-kawan Anda, yang dengan telaten mau mengorbankan waktunya dan mengajari Anda di kala Anda sama sekali tidak “dhong” suatu materi. Bayangkan saja jika Anda adalah mahasiswa pertukaran pelajar, dan tidak memiliki teman seorang pun yang mau mengajari Anda materi kuliah. Akankah IP Anda seperti sekarang ini ?

Intinya adalah, mari kita berhenti menyombongkan IP masing-masing. Sudah menjadi rahasia umum bahwa IP hanyalah persoalan yang dipengaruhi faktor-faktor di atas. Dan bukan dari ilmu yang kita miliki semata. Masihkah kita enggan bersyukur setelah mengetahui faktor-faktor tersebut ?

“Mereka mengetahui nikmat Allah, kemudian mereka mengingkarinya dan kebanyakan mereka adalah orang-orang yang kafir” (QS. An-Nahl : 83)

 
1 Komentar

Ditulis oleh pada Oktober 31, 2009 in Teknik Sipil UGM

 

Tag: , , ,

One response to “Di Balik Indeks Prestasi (IP)

  1. Forum Ilmiah Studi Islam

    Desember 9, 2010 at 1:25 am

    Izin share Akh Yhouga…

     

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: