RSS

Jzk, Jazakallaah atau Jazakallaahu khair?

07 Nov

sonyericsson_t303Dulu, waktu masih jadi harokiy (^^) kebiasaan jika menutup SMS adalah dengan “Jzk” yang kesepakatan maknanya adalah “Jazakallah”. Beranjak ketika hijrah ke Yogyakarta, dan [berusaha] menjadi seorang “Salafy” maka bergantilah kebiasaan tadi dengan memperpanjang “Jzk” menjadi “Jazakallah”. Namun ternyata itupun masih ada yang protes. Suatu ketika, saya mengirim sebuah SMS, yang isinya meminta seorang ikhwan untuk bersedia mengajar bahasa Arab di kampus Teknik Sipil. Setelah ia bersedia, saya tutup SMS saya dengan “Jazakallah”. Tanpa saya duga, SMS saya berbalas :

“Jazakallah apa?? Khair atau Syarr??!!”

Jika Anda pernah membaca artikel-artikel di berbagai situsnya “orang salafy”, seperti muslim.or.id, salafy.or.id, almanhaj.or.id, dan ratusan situs lainnya, mudah untuk menemukan bahwa mereka senantiasa menghindari penyingkatan untuk berbagai bentuk doa. Bentuk-bentuk doa maupun tasbih yang berusaha dihindari adalah :

  • SWT untuk Subhanahu wa Ta’ala
  • SAW untuk Shallallaahu alaihi wa sallam
  • RA untuk Radhiyallaahu ta’ala ‘anhu
  • RHM untuk Rahimahullahu ta’ala
  • JZK untuk Jazakalaahu khair
  • dan sebagainya (silakan ditambah sendiri)

Ustadz kami, Abu Mushlih Ari Wahyudi, dalam artikelnya disini, menjelaskan anjuran Imam Nawawi dalam masalah penyebutan doa dan shalawat secara utuh, dan tidak disingkat. Beliau menukilkan penjelasan ini dari Muqaddimah Syarh Shahih Muslim.

Syaikh Abdul Aziz bin Muhammad bin Abdullah As-Sadhan dalam bab Wasiat untuk Penuntut Ilmu, yang beliau tulis dalam kitab beliau Ma’alim fii Thoriq Tholibil Ilmi halaman 249 mengatakan, “Dan sungguh sebagian manusia telah melakukan kebiasaan buruk (sunnah sayyi’ah) dengan menyingkat shallallaahu alaihi wa sallam menjadi huruf shad, atau kata shalama (SAW dalam bahasa kita -pent) ! Ini adalah bentuk ta’thil (peniadaan) terhadap sunnah, yang karenanya diharamkan pahala baik bagi pembaca maupun pendengarnya, dan sungguh telah disebutkan oleh As-Suyuthi dalam Tadrib Ar-Rawi : “Sesungguhnya yang pertama kali menulis shalama (untuk menyingkat shalawat) dihukum dengan dipotong tangannya (!), karena telah membiasakan kebiasaan yang buruk (sunnah sayyi’ah). ”

Kembali ke isi SMS teman saya tadi, rasanya cukup beralasan jika protes tersebut disampaikan. Karena arti dari Jazakallah sendiri secara letterlag ialah “Semoga Allah membalasmu”. Pertanyaannya memang, membalas dengan apa, kebaikan atau keburukan? Oleh karena itu, tidak sulit bukan, untuk sekedar menambahkan menjadi “Jazakallaahu khair” agar maknanya menjadi “Semoga Allah membalasmu dengan kebaikan”?

Namun, saya kira, sebentar lagi pun saya masih akan diprotes. Saya masih ingat di suatu pagi, saya mendengarkan kajian online via streaming di Radio Arroyyan. Yang paling saya suka dari radio ini, dan juga kelebihannya dibanding radio-radio lain seperti Radio Muslim, Rodja, Hang FM, Syiar Sunnah, adalah selalu menyiarkan secara Live kajian yang diadakan di Pondok Pesantren Al-Furqon, Sedayu, Gresik. Pagi itu, Ustadz [yang saya lupa namanya] menjelaskan keutamaan memakai dhomir ketiga, seperti antum, dan kum untuk bentuk muttashilnya, sebagai bentuk penghormatan bagi lawan bicara. Makanya, sering kita dengar orang menyebut antum, dan bukannya anta terhadap lawan bicaranya. Dan juga penyebutan jazakumullah khair sebagai ganti jazakallaah khair.

‘Ala kulli hal, Jazakumullaahu Khair atas kunjungannya !

 
2 Komentar

Ditulis oleh pada November 7, 2009 in Islam

 

Tag: , , , , , , ,

2 responses to “Jzk, Jazakallaah atau Jazakallaahu khair?

  1. eLbonie al-ambonie

    Februari 6, 2010 at 1:05 am

    Jazakallahu khair…

     
  2. Beta Uliansyah

    Februari 11, 2010 at 2:00 pm

    Itupun masih saya protes mas, Jazakallahu khair atau khairan? Kalo dilihat dari susunannya berarti jumlah fi’liyah, maful bih nya dhomir anta, failnya Allah, dan.. nah ini.. kalo yang dimaksud adalah maful bih kedua atau tamyiz maka bentuk yang lebih tepat adalah manshub (khairan). Maap kalo salah, monggo diconfirm sama yg lebih ahli.

    #yhougam : menurut pengelola situs Badar Online Akh Ryan Permana dkk.. memang yang lebih selamat adalah “khaira” dan bukan “khair” saja, silakan dibaca kommen2 di bagian bawah di tulisan ini.. Jazakallah khaira masukannya ^^

     

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: