RSS

Kisah Si Kulit Belang, Si Botak, dan Si Buta

02 Des

Terdapat sebuah kisah yang diceritakan oleh Rasulullah shallallaahu alaihi wa sallam, mengenai sekelompok orang dari kalangan Bani Israil, yang diuji dengan nikmat oleh Allah berupa harta. Kisah ini dimuat oleh Syaikh Sholih bin Abdullah al-Fauzan hafizhahullah, masih dalam kitab beliau Al-Irsyad Ilaa Shohiih Al-I’tiqood dan masih dalam bab yang sama pula, mengenai Penisbatan Nikmat kepada Selain Allah. Semoga dengan kisah ini, kita semakin menyadari bahwa setiap kenikmatan yang kita peroleh, hanyalah titipan yang wajib untuk kita syukuri, dan kita pergunakan di jalan ketaatan kepada Allah. Selamat Membaca!

Dari Abu Hurairah radhiyallaahu anhu, bahwasanya beliau mendengar dari Rasulullah shallallaahu alaihi wa sallam, beliau bersabda, “Sesungguhnya terdapat tiga orang dari Bani Israil yang belang-belang (kulitnya), botak, dan buta. Maka Allah bermaksud untuk menguji mereka, dan mengutus kepada masing-masing dari mereka seorang malaikat :

Malaikat pun diutus kepada si belang, dan berkata, ‘Apakah sesuatu yang paling engkau cintai?’ Berkatalah si belang, ‘Warna kulit yang bagus, kulit yang lembut, dan hilang penyakit yang membuat orang-orang tidak lagi merasa jijik kepadaku’. Rasulullah shallallaahu alaihi wa sallam bersabda, ‘Maka dibasuhlah kulit si belang, maka ia pun memiliki warna kulit yang bagus dan kulit yang lembut”. Malaikat kemudian berkata lagi, ‘Apakah harta (hewan ternak) yang paling kamu senangi?’ Si belang menjawab, ‘Unta (Atau sapi, Ishaq, perawi hadits ini, ragu). Maka diberilah si belang dengan unta betina yang bunting sepuluh bulan, dan berkata malaikat, “Semoga Allah memberikan berkah untukmu dalam urusan ini”

Rasulullah shallallaahu alaihi wa sallam berkata, “Kemudian malaikat datang kepada si botak, kemudian ia berkata, ‘Apakah sesuatu yang paling engkau cintai?’ Si botak kemudian menjawab, ‘Rambut yang indah, dan dihilangkan penyakit yang membuat orang-orang jijik ini dariku (yaitu botak -pent). Maka dibasuhlah kepala si botak ini dan hilang kebotakan darinya, dan ia diberi rambut yang indah, maka malaikat berkata lagi, ‘Apakah harta (hewan ternak) yang paling kamu senangi?’ Si botak menjawab, ‘Sapi’ (Atau unta). Maka diberilah ia sapi betina yang sedang bunting. Malaikat berkata kepada si botak, ‘Semoga Allah memberikan berkah untukmu dalam urusan ini”

“Kemudian malaikat datang kepada si buta, kemudian ia berkata, ‘Apakah sesuatu yang paling engkau cintai?’ Si buta kemudian menjawab, ‘Agar Allah mengembalikan penglihatanku, dan membuatku dapat melihat manusia’ Maka dibasuhlah si buta, dan Allah mengembalikan penglihatannya. Maka malaikat berkata lagi, ‘Apakah harta (hewan ternak) yang paling kamu senangi?’ Si botak menjawab, ‘Kambing’. Maka diberilah ia kambing yang sedang bunting.

Maka beranak pinaklah hewan-hewan ternak tersebut, dan menjadi lembah yang penuh dengan unta, lembah yang penuh dengan sapi, dan lembah yang penuh dengan kambing

Kemudian Rasulullah shallallaahu alaihi wa sallam berkata, “Kemudian malaikat datang kepada si belang dalam bentuk sebagaimana kondisi si belang dahulu (yaitu berpenyakit kulit), dan ia berkata, ‘Aku ini seorang miskin yang telah kehabisan bekal, maka tidaklah aku dapat bertahan hingga hari ini kalau bukan karena Allah kemudian karena engkau, aku minta kepadamu wahai seorang yang diberikan warna kulit yang bagus, kulit yang lembut, dan hewan ternak melimpah, seekor hewan saja yang dapat kupakai sebagai bekal perjalananku. Maka si belang menjawab, ‘Tanggungan yang harus kupenuhi masih banyak (maka aku tidak dapat memberimu -pent)’. Maka berkata malaikat, ‘Tidakkah engkau mengenaliku (dalam kondisiku ini) ? Bukankah engkau dahulu berkulit belang hingga manusia jijik kepadamu, miskin pula, hingga Allah azza wa jalla memberimu harta berupa hewan ternak? Maka si belang menjawab, ‘Sesungguhnya apa yang aku miliki saat ini diwariskan turun temurun dari nenek moyangku. Maka berkata malikat, ‘Sungguh engkau telah berbohong’. Maka Allah menjadikan kondisinya seperti sedia kala (yaitu miskin lagi berpenyakit kulit -pent)

Dan malaikat pun datang kepada si botak dalm rupa si botak dahulu, kemudian mengatakan kepadanya semisal dengan yang telah dikatakan kepada si belang (yaitu perkataan “Bukankah engkau dahulu botak ?), maka si botak membantah, dan malaikat berkata, ‘Sungguh engkau telah berbohong’. Maka Allah menjadikan kondisinya kembali seperti sedia kala (miskin lagi berpenyakit botak)

Rasulullah shallallaahu alaihi wa sallam bersabda, “Maka malaikat pun mendatangi si buta dalam kondisinya dahulu (yaitu buta), dan berkata, ‘Aku ini seorang miskin lagi berada dalam perjalanan, sungguh telah habis bekal perjalananku, maka tidaklah aku bisa bertahan hari ini kecuali karena Allah kemudian karena engkau, maka aku meminta kepadamu yang Allah telah mengembalikan penglihatanmu, seekor domba yang dapat kujadikan bekal perjalanan ?’ Maka berkata si buta, ‘Dulunya aku memang buta, kemudian Allah mengembalikan penglihatanku, maka ambillah domba-domba itu semaumu, maka demi Allah yang tidaklah sesuatupun yang engkau inginkan hari ini, kecuali berasal dari Allah semata. Maka malaikat berkata, ‘Tahanlah hartamu, sesungguhnya engkau telah diuji, maka sungguh Allah telah meridhaimu, dan murka kepada dua orang temanmu (yaitu si belang dan si botak -pent)’. (HR. Bukhari dan Muslim)

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Desember 2, 2009 in Islam

 

Tag: , , , , , , , ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: