RSS

Agar Tidak Disebut “Jamaah Copas”

04 Des

Suatu ketika, dalam sebuah perdebatan yang cukup seru di situs jejaring bernama Facebook, ada seorang yang dengan begitu bersemangatnya menggelari Salafi, orang-orang yang mengikuti prinsip-prinsip aqidah Ahlus Sunah wal Jamaah dengan sebutan “Jamaah Copas”. Jamaah Copas, menurutnya hanya bisa mengcopy-paste artikel dari Ustadz-Ustadznya, Syaikh-Syaikhnya dan tidak berani untuk menulis artikel sendiri.

Tak perlulah rasanya saya meminta pembaca untuk menanggapi orang ini dengan menyertakan linknya. Namun, berawal dari hal ini berangkatlah semangat untuk mulai menulis dengan sedikit “ragad”, atau perjuangan. Oleh karenanya, perlu mungkin kami sampaikan “manhaj” kami dalam membangun blog ini :

  1. Kami tidak akan memposting artikel dengan sistem copas dari situs manapun, baik itu situs Asatidz, Ikhwah Salaf, atau situs-situs dakwah lainnya.
  2. Apabila kami merasa perlu mengajak pembaca untuk membaca sebuah artikel, maka link artikel tersebut akan kami sertakan agar pembaca dapat merujuk ke situsnya langsung (juga membantu agar rate artikel di situs tersebut naik ^^)
  3. Termasuk diantara “perjuangan” yang kami maksud dalam penulisan artikel adalah penerjemahan dari suatu kitab berbahasa Arab, baik sekedar menukil sebagian maupun mengutip keseluruhan (namun untuk bersikap hati-hati maka kami mengecek kebenaran terjemahan kami dengan buku terjemahan yang sudah ada, setelah terjemahan kami selesai, dengan tetap menyertakan referensi terjemahan yang kami pakai), kemudian ;
  4. Penyalinan artikel dari suatu majalah atau buku yang tidak dapat ditemukan linknya di internet seputar permasalahan yang perlu diketahui oleh pembaca, dan ;
  5. Penulisan transkrip suatu ceramah atau kajian Ustadz agar pembaca yang sibuk dapat mengambil faidah di dalamnya tanpa harus mendengarkan ceramah tersebut

Barangkali, dengan hal-hal kecil seperti ini stigma-stigma seputar “Jamaah Copas” tadi dapat tertepis dengan sendirinya. Selamat menulis !

 
3 Komentar

Ditulis oleh pada Desember 4, 2009 in Islam

 

Tag: , , , , , , ,

3 responses to “Agar Tidak Disebut “Jamaah Copas”

  1. masmoi

    Desember 4, 2009 at 4:14 pm

    kalau memang kapasitasnya baru bisa copas ya ndak papa tho?
    asal disertakan sumber tulisannya, supaya teman2 pembaca yg penasaran dgn sumber asli dapat menimba ilmu lebih dalam lagi, insya Allah si jamaah copas ini sdh berkontribusi thd manfaat yg diterima pembacanya.
    yang penting semangat berbagi dan dakwahnya sudah mulai tumbuh.
    tetap semangat syiar meski copas & tetap sertakan sumber!

    salam ukhuwah.

    #yhougam : iya, mungkin ada di antara pembaca yang berfikiran juga seperti itu, namun kami berfikir tentu lebih besar manfaatnya bagi diri sendiri dan orang lain jika mulai belajar menulis artikel sendiri, seringan apapun tema dan pembahasannya, wallahu a’lam

     
  2. Ummu azmi

    Februari 11, 2010 at 2:00 am

    Bagi saya sih, gak masalah dituduh sbg jama’ah copas. Yang penting apa yang kita sampaikan adalah kebenaran. Daripada maksain diri menulis sendiri dengan kapasitas keilmuan yang pas-pasan. Ini malah lebih berbahaya, karena bisa membuat orang salah memahami Islam. Yah, pokoknya semampunya sajalah. Orang mau bilang apa, terserah. Kita menyebarkan ilmu yang shahih, bukan gaya-gayaan supaya dianggap keren atau pinter nulis padahal tidak mampu.

    yhougam : ahsan, jangan menulis hal-hal yang tidak kita kuasai, semampunya saja.. mampunya baru sekian, tulis.. insya Allah akan manfaat untuk berlatih walaupun yang kita tulis sebenarnya hal-hal remeh bagi sebagian orang.. insya Allah ini yang berusaha dibudayakan di Buletin At-Tauhid Yogyakarta. Meskipun banyak tulisan asatidz yang beredar di internet, kami tetap mengupayakan menulis sendiri, tentunya tidak lepas dari pembinaan dan muraja’ah dari ustadz.. Yang ana khawatirkan adalah kebergantungan yang berlebihan kepada tulisan para ustadz, sementara begitu banyak problema kaum muslimin di sekitar kita yang perlu kita jelaskan, berbanding lurus dengan kesibukan ustadz yang tidak memungkinkan beliau-beliau untuk menulis dan menjawab setiap permasalahan.. Jauh dari sikap keren-kerenan dan cari muka, lebih baik jika kita terjun membantu memberikan pemahaman yang benar kepada ummat.. Semampunya saja..

     
  3. ida

    Februari 11, 2010 at 2:32 am

    bagi saya pribadi, kadang saya copas artikel (tentunya setelah meminta ijin sang penulis dan kadang menyertakan link-nya), dikarenakan keterbatasan waktu saya (disela-sela mengurus ke-4 anak kecil kami)untuk menulis sendiri, tapi dengan bekal semangat insyaAllah saya berusaha untuk merujuk pada 5 hal diatas ya…

     

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: