RSS

Mau Belajar ke Luar Negeri ? (2)

19 Des

Jenis-Jenis Kondisi yang Menyebabkan Seseorang Tinggal di Negeri Kafir

Maka setelah dua syarat pokok ini terpenuhi (lihat tulisan seri pertama), tinggal di negeri kafir terbagi menjadi beberapa kondisi, diantaranya :

  1. Bahwasanya ia tinggal di negeri tersebut untuk berdakwah kepada Islam dan memberikan motivasi untuk masuk ke dalamnya, maka ini termasuk jenis jihad yang hukumnya fardhu kifayah sesuai kemampuan orang itu, dengan syarat bahwa dakwah benar-benar dapat dilaksanakan dan tidak ada pelarangan atas dakwah tersebut, yang mengalangi manusia untuk menerimanya. Karena dakwah kepada Islam termasuk diantara kewajiban agama dan metode para Rasul, dan sungguh Nabi shallallaahu alaihi wa sallam telah memerintahkan untuk menyampaikan dakwah di setiap masa dan tempat, maka Nabi shallallaahu alaihi wa sallam bersabda, “Sampaikanlah dariku walau hanya satu ayat” (HR. Bukhari 3461)
  2. Bahwasanya ia tinggal untuk mempelajari berbagai hal dari orang-orang kafir dan mengenali kerusakan yang ada pada aqidah mereka, batilnya peribadatan mereka, kelemahan akhlaq mereka, kekacauan perilaku mereka, dengan tujuan untuk memperingatkan manusia agar tidak tertipu dengan mereka, dan menjelaskan hakikat kondisi mereka kepada orang-orang yang senantiasa membangga-banggakan kondisi di negeri kafir. Jenis ini juga merupakan jenis jihad pula yang dapat disusun atasnya peringatan terhadap orang-orang kafir dan pengikut-pengikutnya, terkandung di dalamnya motivasi dan petunjuk kepada Islam, karena mengetahui rusaknya orang kafir adalah dalil atas kebaikan Islam, sebagaimana dikatakan, “Dengan mengetahui kebalikannya jelaslah bagiku sesuatu itu”. Akan tetapi haruslah disyaratkan bahwa hal tersebut tidak mendatangkan kerusakan yang lebih besar, karena jika terdapat larangan dari pemerintah atas penyebaran dakwah tersebut, maka tidak ada lagi faidah yang bisa diambil dari tinggalnya seseorang di negara kafir tersebut. Jika tujuan dakwah dapat terwujud, namun dengan mendatangkan keburukan yang semisal, seperti mereka membalas  dengan mencela Islam, Rasul, dan Imam-Imam dalam Islam maka wajib untuk menahan diri, berdasarkan firman Allah ta’ala : “Dan janganlah kamu memaki sembahan-sembahan yang mereka sembah selain Allah, karena mereka nanti akan memaki Allah dengan melampaui batas tanpa pengetahuan. Demikianlah Kami jadikan setiap umat menganggap baik pekerjaan mereka. Kemudian kepada Tuhan merekalah kembali mereka, lalu Dia memberitakan kepada mereka apa yang dahulu mereka kerjakan” [QS. Al-An’am : 108]. Dan serupa dengan hal ini ialah tinggalnya seorang muslim di negeri kafir untuk memata-matai kondisi mereka, demi kemaslahatan kaum muslimin, untuk mengetahui siasat mereka bagi kaum muslimin, tipu daya mereka, dan mengingatkan kaum muslimin darinya. Sebagaimana Nabi shallallaahu alaihi wa sallam mengutus Hudzaifah bin Al-Yaman kepada orang-orang musyrik dalam peperangan Khandaq untuk mengetahui berita tentang mereka.
  3. Ia tinggal atas keperluan negara muslim, dan keperluan untuk mengatur hubungan bilateral dengan negara kafir sebagaimana para pegawai kedutaan. Maka hukumnya adalah sesuai dengan maksud dan tujuannya. Semisal atase pendidikan yang ingin melihat kondisi pelajarnya dan melindungi mereka, serta mengingatkan mereka untuk senantiasa kokoh di atas agama, akhlaq, dan adab-adab Islam. Maka tinggalnya seseorang ini tercapailah kemaslahatan yang besar, dan terhindar darinya keburukan yang besar pula.
  4. Ia tinggal untuk keperluan khusus yang mubah seperti perdagangan, pengobatan maka boleh baginya untuk tinggal seperlunya saja. Dan telah terdapat nash dari ahlul ilmi rahimahumullah atas bolehnya memasuki negara kafir untuk berdagang, demikian juga terdapat atsar dari para shahabat radhiayllaahu anhum mengenai hal tersebut.

-selesai dari Syarh Tsalatsatil Ushul-

Insya Allah akan bersambung ke seri ke-3, membahas khusus mengenai perkataan Al-Allamah Ibnu Utsaimin rahimahullah mengenai hukum belajar ke luar negeri. Semoga Allah mudahkan!

 
2 Komentar

Ditulis oleh pada Desember 19, 2009 in Islam

 

Tag: , , , , ,

2 responses to “Mau Belajar ke Luar Negeri ? (2)

  1. rezki

    Desember 28, 2009 at 1:22 pm

    semakin memantapan saya untuk tidak ikut KKP ke Hongkong, hahaha,
    barakallahu fik

    #yhougam : wa fiikum barakallah ya akhiy.. ^^

     
  2. abu utsman

    Desember 29, 2009 at 1:02 pm

    kera ngalam tambah sangar…..
    ustadz mubarok wis s2 loooh, gelar e MHI…..
    rungokne radio suara al iman suroboyo…..

     

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: