RSS

Takutnya Seorang Presiden

31 Des

Di suatu pagi, selepas sholat Shubuh, seperti biasa di Masjid Pogung Raya diadakan ceramah singkat -biasa disebut kultum- yang membahas materi-materi singkat, sekaligus mengisi waktu-waktu barakah di Bulan Ramadhan. Saat itu, majulah seorang pemuda, dengan jenggot dan cambangnya yang ia pelihara, dengan langkah yang penuh tawadhu’ dan tatapan mata yang sarat dengan ilmu, menuju mimbar. Mulailah ia dengan khutbatul hajjah, yang menjadi kebiasaan asatidz ketika memulai sebuah ceramah. Lalu pemuda itu pun memulai kultumnya…

“Adalah wajar bagi seorang manusia untuk merasa takut akan sesuatu hal. Seorang manusia mungkin saja takut akan hal-hal yang berbahaya baginya, hewan buas, tempat-tempat tinggi, musuh yang mengancam, dan lain sebagainya. Utamanya jika manusia itu tidak memiliki perlindungan yang sempurna dari sesuatu itu. Maka wajar jika dengan semakin besar perlindungan dan kapasitas yang dimiliki seorang manusia, ia akan semakin merasa aman dengan sesuatu itu. Wajar jika seorang rakyat biasa merasa takut dengan kejahatan yang menimpa, dengan pencurian, perampokan, pembunuhan, dan berbagai tindak kriminal lainnya. Itu karena mereka memang tidak memiliki perlindungan dan jaminan yang benar-benar dapat menjaga mereka dari semua itu. Namun apa pendapat kita jika bahkan seorang presiden, dengan senjata-senjata militernya yang canggih, dengan sekian pengawalnya yang gagah, dengan sekian fasilitas keamanan yang ia miliki, masih merasa tidak aman dari  sesuatu ? Bukankah itu menunjukkan betapa besarnya bahaya sesuatu itu yang ia takutkan ?

Inilah yang menjadi ketakutan Nabi Ibrahim alaihissalam. Seorang yang bergelar ulul azmi, Rasul pilihan Allah, Rasul yang sampai-sampai dikenal dengan Bapak Tauhid. Masih beliau merasa tidak aman dari sebuah bahaya besar yang mengancamnya. Hingga beliau pun berdoa,

“Dan (ingatlah), ketika Ibrahim berkata: “Ya Tuhanku, jadikanlah negeri ini (Mekkah), negeri yang aman, dan jauhkanlah aku beserta anak cucuku daripada menyembah berhala-berhala.” (QS. Ibrahim : 35)

Maka Nabi Ibrahim alaihissalam, dengan ilmu dan kapasitas yang beliau miliki, masih saja takut dengan dosa syirik. Khawatir akan anak keturunan beliau dari bahaya dosa syirik. Maka bagaimanakah dengan kita, dengan rendahnya ilmu yang kita miliki, dengan dangkalnya pemahaman kita terhadap Islam, dengan sekian dosa dan maksiat yang kita kerjakan, bisa merasa aman dari dosa syirik ? Dan mengatakan bahwa tidak mungkin bagi seorang muslim untuk mengerjakan syirik?

Semoga Allah melindungi diri kita dari dosa syirik, dan menjadikan kita senantiasa menjadi hamba yang beribadah kepada-Nya dengan tauhid.”

Pemuda yang saya maksud adalah Ustadz Abu Mushlih Ari Wahyudi, S.Si. Saya mendengar ceramah ini ketika pertama kali berjumpa, dan masih belum mengenal beliau. Yang kemudian dari beliau saya belajar Al-Muyassar fii Ilmin Nahwi, Amtsilatul I’rab, bagian nahwu dari Al-Mulakhkhash, dan mengoreksi bacaan kitab kami di Ma’had Ilmi. Maka setiap huruf dari setiap kitab yang kami baca, setiap tulisan yang kami susun, dan setiap perkataan yang kami nukil, semoga pahala dan kebaikannya senantiasa mengalir kepada beliau. Hafizhahullahu ta’ala. Semoga Allah ta’ala senantiasa menjaga beliau dan memberikan barakah atas ilmu beliau. Amin.

[NB : Faidah di atas dapat antum dapatkan di Al-Jadiid fii Syarh Kitaab At-Tauhid, yang tersimpan rapi di Kantor YPIA (dari sini saya duga beliau mengambil faidah) dan juga di Al-Mulakhash fii Syarh Kitaab At-Tauhid. Keduanya ditulis oleh Syaikh Shalih bin Fauzan Al-Fauzan hafizhahullahu ta’ala]

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Desember 31, 2009 in Islam

 

Tag: , , , ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: