RSS

Waterplant Community : Sebuah Alasan Syar’i

08 Jan

Satu bulan terakhir, saya mencoba aktif di sebuah komunitas yang telah lama saya kenal. Bermula dari kuliah dosen favorit saya, Dr. Ir. Sunyoto, Dipl. HE, saya mengenal sebuah komunitas yang concern di masalah keairan, terutama konservasi. Waterplant Community. Salah satu kegiatan dari komunitas ini yang cukup fenomenal ialah KKN Gua Plawan, yang berujung pada diresmikannya instalasi air tenaga surya terbesar di Indonesia di Plawan, Gunung Kidul. Dari sinilah dibentuk Waterplant Community yang kemudian mengadakan berbagai kegiatan seputar inisiasi KKN, diantaranya KKN instalasi air Nglipar Gunung Kidul, Talk Show dan Field Trip Karangrejek Gunung Kidul “Setetes Air dalam Perjuangan” (kegiatan pertama saya di WC), dan berbagai kegiatan lain. Namun yang ingin saya bahas di tulisan berikut sama sekali bukan tentang itu.

Yang ingin saya bahas dalam tulisan ini ialah alasan utama mengapa saya ikut serta dalam kegiatan Waterplant Community. Yaitu sebuah hadits yang pernah saya baca di buku Kaifa Tatahammas atau diterjemahkan menjadi Kiat Agar Semangat Belajar Agama Membara terbitan Pustaka Elba, yang malam ini kemudian saya cari dengan loncat-loncat di berbagai situs referensi kitab-kitab hadits. Lumayan lah untuk cari ilmu, sekaligus untuk bahan semangat buat rekan-rekan di WC yang lagi online. Dan hasilnya ialah..

سبع يجري للعبد أجرهن وهو في قبره بعد موته: من علم علما أو أجرى نهرا أو حفر بئرا أو غرس نخلا أو بنى مسجدا أو ورث مصحفا أو ترك ولدا يستغفر له بعد موته

“Tujuh hal yang mengalir pahalanya bagi seorang hamba, saat ia berada dalam kuburnya setelah kematiannya : [1] Mengajarkan ilmu [2] Mengalirkan sungai [3] Menggali sumur [4] Menanam pohon kurma [5] Membangun masjid [6] Mewariskan mushaf (Al-Qur’an) [7] Meninggalkan anak yang senantiasa memohonkan ampun untuknya” [HR. Al-Bazzar, dihasankan oleh Syaikh Albani rahimahullah dalam Shahihul Jami’ no. 3602]

Ingat dengan sebuah hadits tentang seorang pezina dari Bani Israil yang mendapati anjing kehausan, kemudian dengan sepatunya ia memberi minum anjing tersebut ? Kemudian Allah pun mengampuninya. Maka jika demikian halnya dengan kondisi seseorang yang memberi minum seeokor anjing, bagaimana pula dengan kemanfaatan yang lebih besar, yaitu menggali sumur yang dengannya banyak manusia bisa mengambil manfaat ? Tentu teramat besar pahalanya di sisi Allah Ta’ala.

Semoga ini menjadi kabar gembira untuk rekan-rekan yang telah bekerja keras di KKN Plawan, dan proyek-proyek penggalian “Al-Bi’r” lainnya. Ikhlaslah, insya Allah kalian akan diganjar. Dua poin yang bercetak tebal juga barangkali menjadi motivasi bagi rekan-rekan sipil yang minat ke teknik hidro. Revetment pinggir sungai untuk menjaga aliran ? Upaya konservasi air agar level baseflow tetap terjaga di musim kemarau ? Dan berbagai upaya seputar teknik sungai yang begitu luas dan beragam, yang semoga kita bisa mengambil, tidak hanya manfaat dunia, namun juga manfaat akhirat kelak. Akhirat dapat, dunia pun teraih.

Semoga bermanfaat !

Link bagus : Situs Syaikh Muhammad Nashiruddin Al-Albany rahimahullah. Lihat penjelasan lengkap berbahasa Arab untuk hadits ini [hanya saja penulisnya tidak dicantumkan] di sini Artikel dalam bahasa Indonesia yang terkait lihat : Simpanan yang Tak Akan Sirna oleh Al-Ustadz Abu Muhammad Abdul Mu’thi Al-Maidani, Lc.

 
1 Komentar

Ditulis oleh pada Januari 8, 2010 in Teknik Sipil UGM

 

Tag: , , , , , , ,

One response to “Waterplant Community : Sebuah Alasan Syar’i

  1. Risang

    Januari 12, 2010 at 9:08 am

    Wah… baru baca yog…. Mangstaf… nambah Ilmu dan Semangat…..

     

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: