RSS

Nasihat dalam Menghadapi Perpecahan : Sebuah Catatan Kajian [Muqaddimah]

01 Feb

Serial tulisan yang akan kami ketengahkan ini merupakan semi-transkrip dari Kajian “Nasihat dalam Menghadapi Perpecahan” membahas kitab “An-Nashihatu fiima Yajiibu Mura’atuhu Inda Al-Ikhtilaafi wa Dhawabith Hajr Al-Mukhaalif wa Ar-Radd Alaih” atau “Nasihat yang Harus Diperhatikan Seputar Perselisihan dan Kaidah-Kaidah dalam Memboikot Pelaku Penyimpangan dan Membantahnya” karya Syaikh Ibrahim bin Amir Ar-Ruhaily, pengajar di Jurusan Aqidah Fakultas Dakwah dan Ushuluddin di Al-Jami’ah Al-Islamiyah. Kajian ini dibawakan oleh Ustadz Aris Munandar, SS pada tanggal 20-24 Januari 2010 di Masjid Al-Ashri dan Masjid Pogung Raya Yogyakarta. Kami sendiri –qaddarullaha wa maa sya’a faal– tidak berkesempatan menghadiri kajian tersebut karena urusan keluarga, sehingga hanya mendengarkan rekaman kajian tersebut. Pembahasan tersebut akan kami bawakan berupa terjemah dan penjelasan Ustadz pada beberapa bagian yang penting. Selamat menikmati!

M U Q A D D I M A H

Segala puji hanya bagi Allah Rabb semesta alam, shalawat dan salam atas Nabi kita Muhammad, atas keluarganya, dan shahabat-shahabatnya seluruhnya :

Amma ba’du :

Berikut ini adalah nasihat untuk pemuda ahlussunah wal jamaah. Yang mengharuskanku menulis ini adalah keinginan untuk berperan serta memberikan nasihat untuk kaum muslimin dan keinginan berperan serta untuk mewujudkan perdamaian diantara sesama ahlussunnah, mengingat terdapat banyak dalil yang memotivasi akan hal tersebut.

Dan yang memotivasi ditulisnya risalah ini adalah realita yang dialami oleh banyak pemuda salafi di berbagai negeri Islam, bahkan juga berkembang di negeri-negeri kafir yang tentu hanya didiami oleh segelintir kaum muslimin saja, yaitu perpecahan besar diantara ahlussunnah yang disebabkan perbedaan dalam masalah ilmiah dan sikap-sikap praktis terhadap sebagian orang [atau kelompok, golongan, yayasan] yang dinilai menyimpang [yang penyimpangannya pun sebagian masih diperselisihkan]. Demikian juga apa yang timbul dari perpecahan tersebut yaitu terjadinya putus hubungan, saling memboikot, dan terjadinya tindakan melampaui batas [misalnya adu fisik] diantara ahlussunnah sehingga fitnah [perpecahan] yang terjadi semakin parah dan bahayanya semakin besar hingga mempengaruhi perjalanan dakwah yang mengajak kepada sunnah Nabi. Bahkan, fenomena ini telah menhalangi sebagian orang untuk memeluk sunnah setelah manusia sedemikian tertarik dengan dakwah sunnah di berbagai negeri.

Oleh karena itu aku ringkaskan nasihat ini dalam poin-poin berikut dengan meminta kepada Allah agar memberiku keikhlasan dalam niat dan ketepatan dalam berbicara dan semoga Allah memberikan manfaat melalui nasihat ini kepada kaum muslimin yang membacanya dan menelaahnya.

NB : Definisi Nasihat : Irodatul khair lil ghoir, menghendaki kebaikan untuk orang lain, sebagaimana disebutkan oleh Syaikh Abdurrazzaq bin Abdul Muhsin Al-Abbad Al-Badr dalam majelis-majelis beliau]

Tulisan berwarna merah adalah tambahan penjelasan dari Ustadz Aris Munandar, SS

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Februari 1, 2010 in Islam

 

Tag: , , , , , , ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: