RSS

Mengimani Surga dan Neraka dengan Benar

13 Feb

Salah satu diantara pokok keyakinan Ahlus Sunnah wal Jama’ah, adalah mengimani keberadaan Surga (Al Jannah) dan Neraka (An Naar). Salah satunya berdasarkan firman Allah Ta’ala,

“Peliharalah dirimu dari neraka yang bahan bakarnya manusia dan batu, yang disediakan bagi orang-orang kafir. Dan sampaikanlah berita gembira kepada mereka yang beriman dan berbuat baik, bahwa bagi mereka disediakan surga-surga yang mengalir sungai-sungai di dalamnya..” (QS. Al-Baqarah : 24-25)

Dan juga berdasarkan do’a Nabi shallallaahu alaihi wa sallam dalam shalat malam beliau,

“Dan bagimu segala puji, Engkaulah Yang Haq (Maha Benar), janji-Mu adalah haq (benar), bertemu dengan-Mu adalah haq, firman-Mu adalah haq, surga-Mu adalah haq, neraka-Mu adalah haq, Nabi-Nabi-Mu adalah haq, Muhammad shallallaahu alaihi wa sallam adalah haq, dan hari akhir adalah haq..” (Muttafaqun alaih dari Ibnu Abbas radhiyallaahu anhuma).

Mengimani surga dan neraka berarti membenarkan dengan pasti akan keberadaan keduanya, dan bahwa keduanya merupakan makhluq, keduanya dikekalkan oleh Allah, keduanya tidak akan punah dan tidak akan binasa, dimasukkan kedalam surga segala bentuk kenikmatan dan ke dalam neraka segala bentuk siksa. Juga mengimani bahwa surga dan neraka telah tercipta dan keduanya saat ini telah disiapkan oleh Allah ta’ala. Sebagaimana firman Allah Ta’ala mengenai surga

“..yang telah disediakan untuk orang-orang yang bertakwa” (QS. Ali Imran : 133)

Dan mengenai neraka,

“..yang telah disediakan untuk orang-orang yang kafir.”(QS. Ali Imran : 131)[1]

Oleh karena itulah Al Imam Abu Ja’far Ath Thahawi (w. 321 H) menyimpulkan dalam Al ‘Aqidah Ath Thahawiyah : “Surga dan neraka adalah dua makhluq yang kekal, tak akan punah dan binasa. Sesungguhnya Allah telah menciptakan keduanya sebelum penciptaan makhluq lain”[2].


[1] A’lamus Sunnah Al Mansyurah (hal. 134-135). Syaikh Hafidz bin Ahmad Al Hakami rahimahullah. Cet. Maktabah Ar Rusyd

[2] Bagaimana Cara Beragama yang Benar? Dr. Muhammad bin Abdurrahman Al-Khumais. Pustaka Muslim.

 
1 Komentar

Ditulis oleh pada Februari 13, 2010 in Islam

 

Tag: , , , , ,

One response to “Mengimani Surga dan Neraka dengan Benar

  1. don koping

    Februari 13, 2010 at 11:18 am

    Bagaimana menurut anda jika ternyata surga dan neraka ternyata adalah ketika kita hidup di dunia ini? Bukankah sebagian orang sudah bisa hidup nyaman dan tenteram, dan sebagian yang lain hidup dengan susah payah.

    Bagaimana jika ternyata surga yang anda bayangkan, yaitu kehidupan di alam lain yang tidak pernah anda ketahui, ternyata tidak ada?

    Hal ini berdasar dari sebuah ayat yang mengatakan: ketahuilah, tempat tinggal ruh adalah jazad.

    Akankah bumi dan alam seisinya dimusnahkan setelah melalui proses penciptaan yang sangat lama, kemudian digantikan dengan alam lain bernama surga dan neraka, … ???

    #yhougam : sekaligus juga sebagai tambahan dalil bagi tulisan ini, ana hanya ingin mengajak pembaca membandingkan komentar ini dengan berbagai ayat dalam firman Allah Ta’ala berikut. Sebagai seorang muslim tidak layak bagi kita untuk menolak sekian dalil ini dan memilih mengedepankan akal dan logika semata :

    “Dan sampaikanlah berita gembira kepada mereka yang beriman dan berbuat baik, bahwa bagi mereka disediakan surga-surga yang mengalir sungai-sungai di dalamnya. Setiap mereka diberi rezki buah-buahan dalam surga-surga itu, mereka mengatakan : “Inilah yang pernah diberikan kepada kami dahulu.” Mereka diberi buah-buahan yang serupa dan untuk mereka di dalamnya ada isteri-isteri yang suci dan mereka kekal di dalamnya” (Al-Baqarah :25)

    “Katakanlah: “Inginkah aku kabarkan kepadamu apa yang lebih baik dari yang demikian itu?.” Untuk orang-orang yang bertakwa (kepada Allah), pada sisi Tuhan mereka ada surga yang mengalir dibawahnya sungai-sungai; mereka kekal didalamnya. Dan (mereka dikaruniai) isteri-isteri yang disucikan serta keridhaan Allah. Dan Allah Maha Melihat akan hamba-hamba-Nya.” (Ali Imran : 15)

    “Dan bersegeralah kamu kepada ampunan dari Tuhanmu dan kepada surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan untuk orang-orang yang bertakwa” (Ali Imran : 133)

    “Mereka itu balasannya ialah ampunan dari Tuhan mereka dan surga yang di dalamnya mengalir sungai-sungai, sedang mereka kekal di dalamnya; dan itulah sebaik-baik pahala orang-orang yang beramal.” (Ali Imran : 136)

    “Dan orang-orang yang beriman dan mengerjakan amalan-amalan yang shaleh, kelak akan Kami masukkan mereka ke dalam surga yang di dalamnya mengalir sungai-sungai; kekal mereka di dalamnya; mereka di dalamnya mempunyai isteri-isteri yang suci, dan Kami masukkan mereka ke tempat yang teduh lagi nyaman” (An-Nisa : 57)

    “Allah berfirman: “Ini adalah suatu hari yang bermanfaat bagi orang-orang yang benar kebenaran mereka. Bagi mereka surga yang dibawahnya mengalir sungai-sungai; mereka kekal di dalamnya selama-lamanya; Allah ridha terhadapNya. Itulah keberuntungan yang paling besar.” (QS. Al-Maaidah : 119)

    “Dan Kami cabut segala macam dendam yang berada di dalam dada mereka; mengalir di bawah mereka sungai-sungai dan mereka berkata: “Segala puji bagi Allah yang telah menunjuki kami kepada (surga) ini. Dan kami sekali-kali tidak akan mendapat petunjuk kalau Allah tidak memberi kami petunjuk. Sesungguhnya telah datang rasul-rasul Tuhan kami, membawa kebenaran.” Dan diserukan kepada mereka: “ltulah surga yang diwariskan kepadamu, disebabkan apa yang dahulu kamu kerjakan.” (QS. Al A’raaf :43)

    Adapun mengenai neraka :

    “Maka jika kamu tidak dapat membuat(nya) – dan pasti kamu tidak akan dapat membuat(nya), peliharalah dirimu dari neraka yang bahan bakarnya manusia dan batu, yang disediakan bagi orang-orang kafir.” (Al Baqarah : 24)

    Allah berfirman: “Masuklah kamu sekalian ke dalam neraka bersama umat-umat jin dan manusia yang telah terdahulu sebelum kamu. Setiap suatu umat masuk (ke dalam neraka), dia mengutuk kawannya (menyesatkannya); sehingga apabila mereka masuk semuanya berkatalah orang-orang yang masuk kemudian di antara mereka kepada orang-orang yang masuk terdahulu: “Ya Tuhan kami, mereka telah menyesatkan kami, sebab itu datangkanlah kepada mereka siksaan yang berlipat ganda dari neraka.” Allah berfirman: “Masing-masing mendapat (siksaan) yang berlipat ganda, akan tetapi kamu tidak mengetahui.” (Al A’raaf : 38)

    Orang-orang yang ditinggalkan (tidak ikut perang) itu, merasa gembira dengan tinggalnya mereka di belakang Rasulullah, dan mereka tidak suka berjihad dengan harta dan jiwa mereka pada jalan Allah dan mereka berkata: “Janganlah kamu berangkat (pergi berperang) dalam panas terik ini.” Katakanlah: “Api neraka jahannam itu lebih sangat panas(nya)” jika mereka mengetahui. (At Taubah : 81)

    Adapun orang-orang yang celaka, maka (tempatnya) di dalam neraka, di dalamnya mereka mengeluarkan dan menarik nafas (dengan merintih) (Huud : 106)

    Bagi orang-orang yang memenuhi seruan Tuhannya, (disediakan) pembalasan yang baik. Dan orang-orang yang tidak memenuhi seruan Tuhan, sekiranya mereka mempunyai semua (kekayaan) yang ada di bumi dan (ditambah) sebanyak isi bumi itu lagi besertanya, niscaya mereka akan menebus dirinya dengan kekayaan itu. Orang-orang itu disediakan baginya hisab yang buruk dan tempat kediaman mereka ialah Jahanam dan itulah seburuk-buruk tempat kediaman. (Ar Ra’d : 18)

    di hadapannya ada Jahannam dan dia akan diberi minuman dengan air nanah, (Ibrahim : 16)

    Jahannam itu mempunyai tujuh pintu. Tiap-tiap pintu (telah ditetapkan) untuk golongan yang tertentu dari mereka. (Al Hijr : 15)

     

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: