RSS

Pemahaman Senilai Gunung Emas : Kaidah-Kaidah Pengambilan Sebab

14 Mar

Kajian Kitab Tauhid Ma’had ‘Ilmi setiap Ahad sore, mulai memasuki bab-bab rincian tauhid. Inilah pembahasan yang sedikit rumit, namun teramat menarik karena mengupas berbagai permasalahan seputar kehidupan kita, yang disadari atau tidak sebenarnya berkaitan erat dengan bab tauhid. Termasuk dalam bab ke-6, seputar masalah jimat. Di sini, Ustadz Ikrimah menjelaskan dengan amat baik bagian pembuka bab ini, dengan menyampaikan kaidah-kaidah seputar pengambilan sebab.

Kaidah ini meliputi tiga hal, yang terambil dari Qaulus Sadiid fii Maqashid At Tauhid, karya Syaikh Abdurrahman bin Nashir As Sa’diy, dengan contoh-contoh penjelas dari Ustadz Ikrimah :

  1. Tidak menjadikan sesuatu sebagai sebab, kecuali telah terbukti secara syar’i atau qadari (melalui penelitian ilmiah -Ustadz Ikrimah). Contohnya, memakaikan gelang pada anak kecil yang baru lahir agar tidak diculik genderuwo, menaruh gunting, paku di sebelah pembaringan ibu yang baru melahirkan agar tidak didatangi kuntilanak. Sebab-sebab ini tidaklah terbukti secara syar’i, apalagi secara qadari. Terkadang ditemui sebab yang terbukti secara qadari, namun syari’at tidak membolehkannya. Contohnya telah terbukti baik secara empirik maupun riset, bahwa tokek dapat menyembuhkan penyakit asthma, bahkan konon HIV sekalipun. Namun, karena terdapat dalil yang melarangnya, maka berobat dengan tokek adalah haram. Selangkapnya silakan menuju link berikut (dari blog akh Maramis Setiawan). Seorang yang terjatuh pada ontoh yang pertama, hukum asalnya adalah syirik ashghar. Sedangkan yang kedua, terjatuh pada kemaksiatan.
  2. Tidak bersandar kepada sebab tersebut. Yaitu percaya sepenuhnya dengan keampuhan dan kemanjuran suatu sebab. Contohnya, seorang yang sedang sakit kepala, dan ia terbiasa menggunakan obat Bodrex. Ketika dicarinya Bodrex ke toko-toko manapun ternyata stok habis, dan ia ogah menggunakan obat lain yang memiliki khasiat sama. Hanya percaya pada obat Bodrex bagi sakit kepalanya. Inilah salah satu contoh bersandar pada sebab, yaitu obat Bodrex. Contoh lain, ketika seorang sedang belajar untuk ujian, ia tertidur. Paginya, ia belum belajar apapun, dan hanya bisa panik. Maka dalam hal ini ia bersandar pada sebab belajar saja, padahal kesuksesan sebuah ujian tidaklah 100% berdasarkan sebab belajar semata. Ciri-ciri paling mudah untuk mengindikasikan seorang telah bersandar pada sebab, ialah hatinya merasa tidak tenang jika sebab tersebut belum terpenuhi. Seorang yang sedang sakit kepala, dan seorang yang belum belajar ujian tersebut, akan merasa panik setengah mati hingga mendapatkan kembali sebab yang belum ia peroleh tersebut. Hal-hal tersebut dapat menyebabkan seorang terjatuh dalam syirik ashghar.
  3. Mengetahui bahwa keampuhan suatu sebab, adalah bergantung sepenuhnya dan tidaklah keluar dari izin Allah semata. Oleh karenanya kita jumpai kasus dimana sebab dapat tidak berlaku, seperti api yang seharusnya menjadi sebab terbakarnya Ibrahim alaihissalam, menjadi sejuk dan dingin atas izin Allah. Jika seseorang mengabaikan poin ini dalam mengambil suatu sebab, terancam baginya untuk terjatuh dalam Syirik Akbar, akibat melalaikan kekhususan Allah dalam hal rububiyyah.

Terkait dengan judul artikel ini, Ustadz Ikrimah mendengar guru beliau, Ustadz Abu Isa Abdullah bin Salam hafizhahumallah, yang juga pernah memberi Daurah Kitab Tauhid pada santri Ma’had ‘Ilmi di liburan semester pendek lalu, pernah berkata,

“Seandainya pemahaman saya terhadap kaidah ini, ditukar dengan emas sebesar gunung sekalipun, saya tidak akan ridha! Karena betapa banyak manusia telah terjatuh dalam kesyirikan, gara-gara tidak memahami kaidah ini.”

Semoga Allah menyelamatkan kita semua, dari dosa menyekutukan-Nya dengan sesuatu apapun.

 
1 Komentar

Ditulis oleh pada Maret 14, 2010 in Islam

 

Tag: , , , , ,

One response to “Pemahaman Senilai Gunung Emas : Kaidah-Kaidah Pengambilan Sebab

  1. siparno

    Juli 13, 2014 at 2:28 am

    yapss,

     

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: