RSS

Jalan-Jalan ke Plawan, Eksploitasi Air Bertenaga Surya Terbesar di Indonesia

30 Mar

Satu minggu sebelum ujian, dan waktu malah dihabiskan dengan berjalan-jalan.. Walah piye.. Untungnya bisa belajar banyak sambil jalan-jalan, mendaki, dan plesir ke perbukitan karst daerah Selatan Jogja.. Apalagi kalau bukan belajar dan melihat langsung Instalasi Panel Surya untuk Eksploitasi Air Gua Plawan yang terkenal itu.. Berikut ini sedikit rekam jejaknya, tidak terlalu lengkap memang, tapi lumayan daripada memori otak terbuang sia-sia, bagaimana kalau sekalian kita sharing saja di blog ini.. Mumpung kamera SE-Cybershot milik Romo belum dikembalikan, sisa pinjaman waktu kuliah lapangan ke pemecah gelombang pantai Glagah dan Sabodam Kali Kuning.. Harap maklum, berhubung reporternya [ngakunya] salafi, gambar-gambar makhluk hidup narsis akan diminimalkan sebisa mungkin, jadi afwan ya.. ^_^

Perjalanan dimulai dari Markaz Waterplant Commnity, Laboratorium Bahan Bangunan Lt. 2, masih sekomplek dengan gedung Teknik Sipil Universitas Gadjah Mada, kira-kira pukul 10.00 WIB. Niat hati ingin tepat waktu berangkat teng pukul 09.00 sesuai kesepakatan, apa daya budaya Indonesia memaksa kita menunda satu jam dulu.. Dan suara mesin lima sepeda motor pun mulai menderu..

Sepanjang perjalanan lupa kalau bawa kamera, ingetnya baru ketika akan sampai lokasi.. Jadi ya, momen-momennya terlewatkan, kecuali sedikit.. Itupun tampak geger [Jawa : back] doank..

Singkat cerita, setelah melalui kira-kira 1 jam perjalanan (Replika Omega Silver Skeleton Watch lupa kebawa, jadi mohon maklum atas ketidakakuratan waktu), sampailah kita di daerah Plawan..

Gambar di atas adalah plang penunjuk Gua Plawan, sengaja digelapin biar tulisannya agak jelas..

Melewati jalan yang lumayan menukik, sampailah di rumah Bapak Dukuh salah satu Unit KKN Plawan dulu.. Namanya adalah … [nggak hafal ^^]. Sesampainya di sana, mau ambil gambar rumah Pak Dukuh, malah teman-teman pada mejeng, ya akibat perbuatan kalian rumah Bapak Dukuh tidak terabadikan.. ^^ Sebagai gantinya, saya tiba-tiba begitu salut dengan Yamaha Vega-R yang terbeli ketika jaman SMA kelas 1, yang tahan tanjakan ekstrim ala Gunung Kidul.. Sampai-sampai saya foto dia..

Sudah-sudah ngelanturnya, di dalam rumah, ada semacam mading proses pembikinan Instalasi Plawan. Mulai tahap inisiasi sampai keluarnya air pertama kali dari pipa.. Yang paling menarik perhatian adalah skema kerja Plawan. Tapi baiklah, sebelum kita melangkah lebih jauh, sedikit akan kita rujuk beberapa literatur mengenai Instalasi Plawan..

Mengenal Instalasi Plawan

Instalasi Plawan merupakan instalasi untuk mengeksploitasi air baku dari Gua Plawan. Plawan sendiri merupakan daerah, lazimnya daerah selatan Jogja, karst. Di pelajaran Geologi, kita dapati bahwa sumber air daerah karst (bebatuan kapur) melimpah ruah nun jauh di bawah tanah. Oleh karena itu, perlu dilakukan usaha pengangkatan melalui pompa atau sumur bertenaga listrik. Melalui panel surya, yaitu sekumpulan sel surya (photovoltaic) air berusaha diangkat dengan memanfaatkan energi matahari.

Instalasi Plawan sendiri merupakan hasil dari 5 tahapan Kuliah Kerja Nyata (KKN) UGM, dengan mitra Pemerintah Daerah Kabupaten Gunung Kidul dan Satuan Kerja (Satker) Pengembangan Air Minum Departemen PU. Dirancang untuk memenuhi kebutuhan air 4.085 jiwa,d engan dana 1,8 miliar rupiah. Terdiri atas 240 panel sel surya dengan teknologi solar tracker yang dapat mengikuti gerak matahari dengan asumsi selama delapan jam bekerja setiap harinya yang kemudian ditampung di reservoir dengan kapasitas air sebesar 50 meter kubik. Inilah yang sampai saat ini diklaim, sebagai intalasi tenaga surya terbesar di Indonesia.

Perlu diingat bahwa instalasi tenaga surya bukanlah sumber primer, melainkan sumber energi sekunder pendukung sistem Generator Set (Genset) yang lebih dulu ada. Kemampuan total Genset ditambah Instalasi Surya mampu menyuplai air 4 l/detik bagi penduduk desa Giricahyo.

Cukup sekian, jika ada yang penting untuk ditambahkan, monggo..

Kelanjutan Cerita

Sayang seribu sayang, skema kerja Plawan tidak sempat terfoto. Bagi yang punya, saya minta ya..

Mulailah perjalanan dari reservoir Plawan, kalau tidak salah R1, yaitu reservoir hasil booster dari R0 sebagai stabilizer. Saya sendiri mengumpamakan hal ini seperti di mikro hidro, dengan sistem kumparan besar dan kumparan kecil. Kumparan besar yang kadang tidak stabil dan terkesan jalannya pelan itu, ditransfer ke kumparan kecil agar kecepatannya stabil. Ya mungkin seperti itulah maksudnya ada R0 dan R1. CMIIW.

Kalau ada yang celingukan itu, maksudnya adalah memperhatikan sejenis organisme di dalam reservoir, yang konon menjadi penyebab berkurangnya debit pipa. Sejenis ganggang yang suka menempel tersebut memang terkesan tidak mengganggu jika menempel seperti gambar di bawah. Namun jika menempel di pipa, baru menjadi masalah. Dan ganggang-ganggang ini tumbuh subur. Konon memang inilah habitatnya, daerah karst. Bentuk ganggangnya jadi ingat salah satu episode Ultra Man Tiga, lawan alien bentuk ganggang yang bisa nempel di wajah manusia. Wah, jangan-jangan yang ini juga bisa nempel di wajah Anda.. ^^

Perjalanan pun kembali dilanjutkan. Jalan berlapis kapur kembali dilewati. Berikut ini adalah gambar salah satu pipa. Kelihatan ? ^^

Perjalanan tiba-tiba terasa dekat, melihat salah satu panel mecungul di atas bukit sana. Tapi kok masih jauh begitu ya ?

Wah, di tengah jalan ada godaan untuk memfoto makhluk hidup. Hanya saja samar-samar, tantangan buat mata Anda hewan apakah ini. Kalau tidak bisa melihat ya hati-hati saja, jangan-jangan di lapangan juga gak keliatan lagi,, ^^

Sebenarnya ada banyak gambar scenery yang apik sepanjang jalan, hanya saja sudah lulus sensor di blog ini. Singkatnya saja, sampailah kita di instalasi Plawan. Alhamdulillah.. Langsung saja menerobos pagar (setelah diberi teladan oleh Koordinatornya) dan mencari tempat tertinggi untuk memfoto sekaligus makan bekal.

Nah, perkembangannya adalah genset mengalami kerusakan. Jadi kapasitas saat ini ditopang oleh tenaga surya, bukan lagi 50 m3/hari melainkan, sebesar 15 m3/hari. Konon rusaknya karena genset kejatuhan batu dari atas gua. Wallahu a’lam. Yang jelas memperbaiki membutuhkan dana 500 juta. Ada yang mau jadi sponsor ?

Nah, di atas adalah gambar gagah nan komplit dari sembilan panel surya Plawan. Diketahui fakta : (1) Panel menggunakan teknologi solar tracker yang bisa mencari jejak arah matahari, dan (2) Ada dua panel yang mengalami kerusakan sistem trackernya. Jika panel paling bawah adalah nomor 1, bisakah Anda menemukan minimal satu saja panel yang rusak tersebut ? ^^

Perjalanan dilanjutkan kembali ke mulut Gua Plawan. Hanya saja karena banyak vegetasi, ya tidak kelihatan jelas. Plus, yang mau turun sukarela juga ndak ada.

Nah, selesai sudah rangkaian jalan-jalan ke Plawannya. Saatnya plesir dengan naik lagi ke bukit, untuk memandang Parangtritis dari kejauhan. Ada juga landasan para layang yang tidak sempat kefoto, hanya beberapa pemain saja yang sempat kejepret.

Pulangnya, sempat mampir ke sebuah telaga. Sedikit bertanya-tanya, apa ini yang namanya telaga Sambi, sumber air penduduk Giricahyo dahulu sebelum ada eksploitasi air dari gua. Ada yang bisa bantu ?

Demikian saja sekilas galeri hasil jalan-jalan. Mengorbankan survei KKN ke Playen, Gunung Kidul di hari yang sama, untuk lihat Plawan. Diakhiri dengan makan bakso dan mie ayam, rombongan akhirnya pulang dengan membawa pengalaman berharga, dan rasa capek pegel-pegel yang menyisa. Seperti biasa, semoga bermanfaat!

 
3 Komentar

Ditulis oleh pada Maret 30, 2010 in Teknik Sipil UGM

 

Tag: , , , , ,

3 responses to “Jalan-Jalan ke Plawan, Eksploitasi Air Bertenaga Surya Terbesar di Indonesia

  1. endy21

    Maret 30, 2010 at 2:36 pm

    Waaaaa…., kereeeeeeen😀

    asik liputannya…, penuh artistik, ingin juga sih buat laporan perjalanan kayak gitu (sayangnya kamera digital gak punya😥 ).

    Hm…, keren kok, Kak! Cara penyampaiannya juga asik, tapi kalau orang yang malas baca pasti cuma liat2 fotonya aja hahahaha😀

    hm…., ane akan jawab kuisnya hahahha😀 :
    Yang foto hewan liar jawabannya ULAR😀

    Yang panelnya rusak yang deket kamera, coz arahnya lain sendri ehehehe😀

    tetep berjuang kaaaaaak😀

    #yhougam : selamat! quiz telah terjawab! pertamax telah diamankan! ^^

     
  2. Robby Adiarta

    Maret 31, 2010 at 2:18 am

    Mas Yhouga,

    Mohon ijin sebarluaskan via FB saya dan milis, terima kasih sebelumnya

    Salam,
    Robby Adiarta

    #yhougam : njih langsung saja, tolong revisi dan koreksinya juga..

     
  3. Risang

    Maret 31, 2010 at 3:45 am

    Jhoss..!

    Mantep..reportase nih…

    kalau begitu lain kali kita akan ke selopamiora Pompa intake sistem pancang pertama di Indonesia. Insyaallah

     

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: