RSS

Tentang Ucapan Selamat Ulang Tahun

01 Apr

Berikut ini salah satu fatwa dari Markaz Fatawa tentang hukum ucapan selamat ulang tahun. Bukan maksud untuk menyakiti hati kalian wahai saudara-saudariku. Ana sungguh-sungguh memahami betapa niat baik antum semua dalam memuliakan saudaranya. Akan tetapi, niat semata tidaklah cukup wahai saudara-saudariku. Jikalau hanya niat yang menjadi faktor penentu, tidaklah mungkin Allah subhanahu wa ta’ala berfirman :

إِنَّ السَّمْعَ وَالْبَصَرَ وَالْفُؤَادَ كُلُّ أُولَئِكَ كَانَ عَنْهُ مَسْئُولًا

“Sesungguhnya pendengaran, penglihatan, dan hati, masing-masingnya kaan dimintai pertanggungjawaban” (QS. Al Isra’ : 36)

Maka inilah pentingnya kita memahami ilmu diin, agar setiap langkah bernilai pahala, dan bukan pertanggungan jawab berupa dosa. Naudzubillah.

فضيلة الشيخ أعلم أن الاحتفال بعيد الميلاد حرام، ولكن ما حكم التهنئة بعيد الميلاد حيث في عيد ميلادي الأخير وصلتني تهاني من أهلي وفيها دعاء بالخير، فما حكم مثل هذه التهاني؟ جزاكم الله خيراً.

الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله وعلى آله وصحبه، أما بعـد:

فإن الأصل في دعاء المسلم لأخيه وتهنئته بما أعطاه الله من نعمة طول العمر وغيرها.. الأصل في هذا أنه أمر مفيد إذا خلا من أي مظهر احتفالي، ولكن عمله في وقت عيد ميلاد الشخص بمناسبة عيد ميلاده عادة دخيلة على المجتمع المسلم، وفيها تقليد للكفار وتشبه بهم، فعليك أن تنبه أهلك وأقاربك إلى الحكم الشرعي في المسألة عموماً، وأنك ترجو منهم الدعاء وتمني الخير لك دائماً، وألا يكون ذلك بهذه المناسبة المبتدعة. وراجع للمزيد في الموضوع الفتاوى ذات الأرقام التالية مع إحالاتها: 1319، 62120، 53924، 24134، 37832، 28778.

Tanya : Fadhilatusy Syaikh telah kami ketahui bahwa perayaan atas ulang tahun seseorang adalah perkara yang terlarang, akan tetapi apakah hukum mengucapkan selamat atas hari lahir seseorang (ulang tahun)? Dan ucapan selamat dari keluarganya, sebagiannya merupakan doa untuk kebaikan, maka apakah hukum bagi hal ini adalah serupa dengan ucapan selamat ulang tahun ? Jazakumullahu khairan.

Jawab : Segala puji hanya bagi Allah, shalawat dan salam atas pribadi Rasulullah, keluarga, dan shahabat-shahabatnya. Amma ba’du.

Sesungguhnya asal dari doa seorang muslim kepada saudaranya, juga ucapan selamat atas pemberian Allah berupa nikmat panjangnya umur dan selainnya… Asal dari perkara ini adalah bermanfaat, apabila tidak disertai dengan perayaan, pawai, arak-arakan khusus untuk menyambutnya. Akan tetapi perkara melakukan ucapan selamat tersebut khusus ketika hari ulang tahun seseorang saja, telah masuk ke dalam masyarakat muslim. Dan dalam hal tersebut terdapat unsur taqlid (mengikuti) kepada orang-orang kafir dan tasyabbuh (menyerupai) mereka. Maka kami peringatkan kepada engkau atas kebinasaan dari hal tersebut, bahwasanya perkara tersebut telah masuk dalam hukum syar’i atas suatu perkara yang umum. Maka hendaknya engkau kembali senantiasa mendoakan kebaikan dan kesuksesan sepanjang waktu, karena mengucapkan selamat atas hal tersebut dengan mencocokkannya untuk waktu tertentu saja, adalah perkara yang baru dalam agama ini.

Sumber : http://www.islamweb.net/ver2/Fatwa/ShowFatwa.php?lang=a&Id=95903&Option=FatwaId

 
4 Komentar

Ditulis oleh pada April 1, 2010 in Islam

 

Tag: , , , , , ,

4 responses to “Tentang Ucapan Selamat Ulang Tahun

  1. Habib MTI

    April 3, 2010 at 7:46 am

    Mas, tambahin blog ku ning friend &links ya…ya…
    http://elektrocyber.wordpress.com

     
  2. Bukan Bapak Biasa

    Juni 14, 2012 at 4:43 pm

    Makna tasybbuh bila diartikan menyerupai kegiatan agama non muslim adalah mutlak haram, maka bagai mana hukum menggunakan peci, kemeja, celana panjang, kain sarung, sendok garpu yg sejarah mencatat Rasullah tidak pernah menggunakanya terutama saat ber ibadah. Juga penggunaan pengeras suara, penggunaan waktu dg perhitungan GMT dimana juga digunakan menentukan masuknya waktu shalat. Bukankah semua itu juga hasil tasyabbuh?

     
  3. ir h w gemmawan sugilar

    Juni 24, 2013 at 2:14 pm

    بِسْـــــــــــمِ اللهِ الرَّحْمَنِالرَّحِيْـــــــم
    السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُه
    Mohon penjelasan apakah ucapan selamat ulang tahun itu kebiasaan org non muslim merupakan suatu ritual agama mereka ? Kalau bukan, apakah kita tidak boleh melakukan hal tsb sedangkan kita juga sering melakukan hal2 seperti mereka yg bukan ritual agama, misal kita memakai jas, sepatu, sarung tangan, olah raga, makan pakai sendok dan lain sebagainya. Mungkin man tasyabaha disana hal2 yg berkaitan dg agama, demikian atas perhatian dan penjelasannya diucapkan terima kasih semoga اَللّهُ سبحانه وتعالى selalu memberi hidayah kpd kita smua, امِّيْنَ يَا رَبَّ الْعَالَمِيْنَ

     
    • yhougam

      September 6, 2013 at 5:57 am

      Waalaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh,

      Merayakan suatu hari tertentu sebagai momen yang berulang setiap tahun, merupakan ciri ‘ied/hari raya. Dan ‘ied merupakan bagian dari agama.

      Abul ‘Abbas Ibnu Taimiyyah rahimahullah mengatakan, “’Ied adalah istilah yang diambil karena berulangnya sesuatu untuk sebuah perkumpulan besar. Bisa jadi yang berulang adalah tahun, pekan, bulan, atau semisalnya” (Fathul Majid, hal. 267)

      Dari artikel ‘Mengapa Maulid Nabi Dikategorikan Sebagai Bid’ah? — Muslim.Or.Id

       

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: