RSS

Membantah JIL dengan Tengkleng Kambing

31 Mei

Salah satu di antara sekian hembusan dari Jaringan Islam Liberal (JIL), adalah adanya anggapan bahwa Islam terdiri dari kulit dan isi. Anggapan ini digunakan secara efektif untuk mematahkan berbagai hal, terutama untuk membuat manusia berpaling dari sebagian ajaran Islam yang terkesan remeh dan dianggap sebagai “kulit”, seperti anjuran memanjangkan jenggot, memotong celana hingga mata kaki, memberi hadiah pada sesama, sampai-sampai kewajiban shalat dan puasa pun dianggap kulit. Adapun mereka menyerukan untuk mengamalkan, yang mereka sebut dengan, inti ajaran Islam sebenarnya, yaitu kasih sayang, toleransi antar umat beragama, perdamaian, dan sebagainya.

Bahkan tengkleng kambing pun bisa mematahkan argumen ini.

Rasulullah shallallaahu alaihi wa sallam bersabda, “Wahai wanita muslimah, janganlah kalian menganggap remeh dalam memberi hadiah kepada tetangga, walau berupa firsina syaatin (tengkleng kambing -jw)” [HR. Bukhari dan Muslim]

Syaikh Salim bin ‘Ied Al Hilaly hafizhahullah berkomentar, bahwa hadits ini meniadakan sikap meremehkan perkara ma’ruf, dan merupakan bantahan telak bagi sebagian orang yang beranggapan bahwa dalam agama ini, terdapat kulit dan isi. [Bahjatun Nazhirin I/205]

Apabila memang dalam agama ini terdapat kulit dan isi, niscaya Rasulullah shallallaahu alaihi wa sallam tentu tidak akan bersusah payah menganjurkan berbagai hal “remeh” seperti bershadaqah kepada tetangga walau hanya dengan tengkleng kambing (secuil daging yang berasal dari kuku kambing), demikian pula dengan amalan “remeh” lainnya, seperti larangan membelakangi kiblat ketika buang air, anjuran memotong kuku, dan amalan kecil lainnya.

Sudah saatnya kita berhenti memilah-milah ajaran Islam, berhenti membagi-bagi ajaran menjadi kulit dan isi, kemudian mengamalkan seluruh anjuran dalam Al Qur’an dan Sunnah. Tentunya sesuai dengan kemampuan kita, dan memulianya dari hal-hal yang wajib terlebih dahulu.

Wallahu a’lam bis showab.

 
5 Komentar

Ditulis oleh pada Mei 31, 2010 in Islam

 

Tag: , , , , , ,

5 responses to “Membantah JIL dengan Tengkleng Kambing

  1. Abu Thalhah

    Mei 31, 2010 at 2:47 pm

    Bismillah. Mantap akhi….

     
  2. ummufajrul07

    Juni 1, 2010 at 1:09 pm

    Betul betul betul….penyampaian yg sangat bijak.

     
  3. Abu Zayd Al-'Ashriy

    Juni 9, 2010 at 12:28 pm

    Betul2 bantahan yang unik. Btw, walaupun tema blog antum dah beda dengan tema blog Abu Aswad tapi malah jadinya tema blog antum sama dengan tema blog ana…hehe,,,

    #yhougam : lha emang ana taunya dari blog fiqhulakbar,, hehe.. afwan lupa ngomong.. btw akh, antum nemu dari mana tema greyzed? anehnya klo ana cari dari A-Z gak nemu, baru nemu waktu ana search.. antum ada rekomendasi tema2 lain ndak?

     
  4. Abu Zayd Al-'Ashriy

    Juni 9, 2010 at 3:45 pm

    Owalah…gitu to ceritanya…hehe,,,

    Menurut ana tema ini yang paling cocok untuk blog ana, soale blog ana isinya rata2 pedes2. Jadi tema yang cadas cocok untuk blog ana. Ana cara di recent theme bukan A-Z. Sampai detik ini, ini merupakan tema terbaru lho…jadi belum banyak blogger salafi yang pake, jangan2 cuma ana dan antum aja…

    Kalo tema yang lain ana suka yang simple tampilannya dan sudah pernah ana coba semua, yakni: bueno, garland, neoease dan notepad. Namun bagi ini tema greyzed ini yang paling keren…

     
  5. SALAFIYUNPAD™

    Juni 20, 2010 at 6:08 am

    blognya ustadz muslim juga pake theme ini lho..hehehhe

    # yhougam : wah sekarang mah pada pake theme ini semua akh.. ^^

     

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: