RSS

Tamasya ke Negeri Salaf : Ali ibn al-Husein dan Sekarung Tepung

09 Jun

Yang namanya tamasya tidak harus pergi dalam arti fisik. Bagi saya, membaca kisah dan sejarah generasi yang telah berlalu pun dapat menjadi tamasya tersendiri. Terutama ketika ada hikmah indah yang bisa dipetik dari sebuah kisah.

Dan kali ini temanya adalah ikhlas. Dari seorang Ali ibn al-Husein.

Syahdan, Ali ibn al-Husein selama hidupnya dikenal sebagai seorang yang jarang memberi shadaqah. Hingga Allah kemudian menakdirkannya meninggal dunia. Maka orang-orang pun memandikannya. Anehnya, mereka dapati di punggungnya terdapat bekas-bekas hitam, tanda seringnya ia memanggul barang yang berat. Maka manusia pun bertanya-tanya dengan kondisinya tersebut.

Hingga beberapa orang pun mulai menceritakan pengalaman mereka bertemu dengan Ali ibn al-Husein di kala malam. Dari Abu Hamzah Ats Tsumaliy ia berkata, “Adalah Ali ibn al-Husein memanggul karung tepung di atas punggungnya di kala malam, kemudian menshadaqahkannya. Kemudian ia berkata, ‘Sesungguhnya shadaqah sirriyah (sembunyi-sembunyi -pent) dapat meredam kemarahan Rabb ‘Azza wa Jalla‘”. [1]

Maka orang-orang lainnya pun menceritakan perihal yang sama. Bahwa Ali ibn al-Husein memanggul karung tepung di kala malam dengan punggungnya, kemudian membagikannya kepada fakir miskin di kota Madinah. Ibnu Aisyah berkata, “Ayahku berkata, ‘Aku mendengar penduduk Madinah berkata : Kami senantiasa mendapati shadaqah secara sembunyi-sembunyi, hingga meninggalnya Ali ibn al-Husein.'”

Baru setelah itu mereka tahu shadaqah Ali ibn al-Husein yang sebenarnya.

Begitu mulianya kebaikan yang dilakukan dengan sembunyi-sembunyi. Hanya mengharap perhatian dari Allah ‘Azza wa Jalla semata. Tanpa mempedulikan tatapan dan ocehan makhluq atasnya.

Maka dimanakah kita dibanding akhlaq salaf ?

[Referensi : Aina Nahnu min Akhlaqis Salaf, ‘Abdul Aziz bin Nashir Al Jalil dan Bahauddin bin Fatih ‘Aqil, cetakan Darut Thayyibah hal. 9]

[1] Lafazh bercetak miring merupakan hadits yang marfu’ (sampai) kepada Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam dari berbagai jalur, dishahihkan oleh Syaikh Al Albani dalam Silsilah Ash Shahihah : 1908

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Juni 9, 2010 in Islam

 

Tag: , , , ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: