RSS

Definisi dan Klasifikasi Tauhid dalam Al Qur’anul Karim

10 Agu

Setelah mengetahui urgensi dan keistimewaan tauhid, lantas apa definisi tauhid itu sendiri ?

Tauhid secara bahasa diambil dari kata wahhada, yaitu mengesakan sesuatu, menjadikannya satu. Lawan katanya ialah dua, tiga, atau lebih, yang intinya ialah bilangan lebih dari satu. Maka sesuatu yang wahid berarti sesuatu yang bersendiri, yang tidak memiliki sekutu apa pun.

Sedangkan secara istilah syar’i tauhid ialah : mengesakan Allah dalam hal ibadah. Yaitu menjadikan ibadah seluruhnya hanya untuk Allah ‘Azza wa Jalla.

Dan supaya agama itu semata-mata untuk Allah” [Al Anfaal : 39].

Dalilnya ialah firman Allah Ta’ala, “Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka menyembah-Ku.” [Adz Dzariyaat : 56].

Juga firman-Nya, “Sembahlah Allah dan janganlah kamu mempersekutukan-Nya dengan sesuatu pun.” [An Nisa : 36]

Maka sembahlah Allah dengan memurnikan ibadah kepada-Nya, meskipun orang-orang kafir tidak menyukai (nya).” [Ghafir : 14]

Itulah tauhid secara istilah : mengesakan Allah dalam ibadah dan meninggalkan peribadatan kepada selain-Nya

Jenis-Jenis Tauhid

Tauhid terbagi menjadi tiga jenis dengan penetapan yang terambil dari Kitabullah ‘Azza wa Jalla. Bukan ditetapkan dengan pendapat manusia semata, atau berdasarkan istilah, melainkan ditetapkan dari Kitabullah ‘Azza wa Jalla.

Jenis pertama : tauhid rububiyah yaitu mengesakan Allah Jalla wa ‘Alla dalam perbuatan-Nya. Diantaranya penciptaan, pengaturan rizki, menghidupkan dan mematikan, dan pengaturan segala urusan. Maka seseorang harus meyakini bahwa hanya Allah lah Pencipta, Pemberi Rizki, Pengatur, Yang Maha Hidup dan tidak mati.

Jenis kedua : tauhid uluhiyyah yaitu mengesakan Allah Jalla wa ‘Alla dalam perbuatan hamba. Yaitu perbuatan yang bertujuan mendekatkan diri dengan Allah subhanahu wa ta’ala seperti : doa, khouf (takut), roja’ (harap), cemas, tawakkal, istiqamah, isighotsah, penyembelihan, nadzar, dan selainnya dari segala bentuk ibadah.

Maka wajib menjadikan seluruh jenis ibadah hanya untuk Allah dan tidak menujukannya kepada sesuatu apapun selain Allah. Itulah yang dimaksud tauhid ibadah, atau tauhid uluhiyyah, atau tauhid ‘amaliy, thalab, qashdu, dan tauhid dalam ketaatan.

Jenis ketiga : tauhid asma’ wa shifat, yaitu mengimani apa yang telah ditetapkan oleh Allah bagi diri-Nya sendiri atau apa yang telah ditetapkan Rasul berupa asma’ dan shifat (nama-nama dan sifat-sifat) Allah.

Jenis-jenis tauhid ini ditetapkan berdasarkan Kitabullah ‘Azza wa Jalla.

Maka setiap ayat dalam Al Qur’an yang berbicara mengenai perbuatan Allah seperti penciptaan, pengaturan rizki, menghidupkan dan mematikan, mengatur segala urusan, termasuk menetapkan tauhid rububiyah. Ayat-ayat seperti ini sangat banyak, diantaranya,

Katakanlah: “Siapakah yang memberi rezeki kepadamu dari langit dan bumi, atau siapakah yang kuasa (menciptakan) pendengaran dan penglihatan, dan siapakah yang mengeluarkan yang hidup dari yang mati dan mengeluarkan yang mati dari yang hidup dan siapakah yang mengatur segala urusan?” Maka mereka akan menjawab: “Allah”. Maka katakanlah: “Mengapa kamu tidak bertakwa (kepada-Nya)?” [Yunus : 31]

Begitu pula dengan setiap ayat yang menyebutkan penciptaan langit dan bumi, juga penciptaan makhluq, merupakan penetapan tauhid rububiyah.

Sedangkan setiap ayat yang berbicara mengenai ibadah : yaitu berupa perintah untuk beribadah kepada Allah dan larangan berbuat syirik, merupakan tauhid uluhiyyah.

Dan setiap ayat yang berbicara mengenai asma’ dan shifat Allah, merupakan penetapan tauhid asma’ dan shifat.

Maka setiap jenis tauhid berasal dari Kitabullah. Oleh karena itulah para ulama membagi tauhid menjadi tiga bentuk, rububiyah, uluhiyah, dan tauhid asma’ wa shifat.

(terjemahan seadanya dari Durus Minal Qur’anil Karim, Syaikh Shalih bin Fauzan bin Abdullah Al Fauzan hal. 11-14 cet. Darul ‘Ashimah. Sekaligus sebagai informasi bahwa kitab ini akan dikaji secara rutin insya Allah selama 20 hari di bulan Ramadhan 1431 H di Masjid Al Ashri Pogung Rejo Sleman Yogyakarta pukul 05.30-07.00 WIB, dengan pemateri Al Ustadz Aris Munandar, SS.)

 
1 Komentar

Ditulis oleh pada Agustus 10, 2010 in Islam

 

Tag: , , ,

One response to “Definisi dan Klasifikasi Tauhid dalam Al Qur’anul Karim

  1. SALAFIYUNPAD™

    Agustus 10, 2010 at 9:38 am

     

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: