RSS

Diagram Ajal, Musibah, dan Angan-Angan

22 Okt

Dari Ibnu Mas’ud radhiyallaahu ‘anhu beliau berkata, “Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam membuat segi empat, kemudian membuat garis panjang hingga keluar dari persegi tersebut, dan membuat garis-garis kecil dari samping menuju ke tengah. Kemudian beliau berkata, ‘Inilah manusia, dan garis yang mengelilingi ini adalah ajalnya, dan garis yang keluar ini adalah angan-angannya. Garis-garis kecil ini adalah musibah dalam hidupnya, jika ia lolos dari ini, ia akan ditimpa dengan ini, jika ia lolos dari ini, ia akan ditimpa dengan ini.” (HR. Bukhari, lihat Fathul Bari I/236-235)

Inilah diagram yang dimaksud dalam hadits tersebut. Dalam Syarh Riyadhus Shalihin Syaikh Utsaimin, dimuat 3 versi diagram tersebut. Salah satunya adalah ini.

Dari Anas beliau berkata, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, ‘Setiap anak Adam akan menjadi tua dan hanya tersisa darinya dua hal : ambisi dan angan-angannya” (HR. Baihaqi dalam Az Zuhd Al Kabir no. 454, Al Hafizh Al Iraqiy berkata hadits ini diriwayatkan oleh Ibnu Abi Dunya dalam “Qashrul Umal” dengan sanad yang shahih)

Sikap pendek angan-angan akan embuat diri menjadi giat dan tidak menunda-nunda beramal shalih.

Dari Ibnu Umar radliyallaahu ‘anhuma ia berkata : Rasulullah shallallaahu ’alaihi wa sallam pernah memegang pundak kedua pundakku seraya bersabda : “Jadilah engkau di dunia seakan-akan orang asing atau pengembara “. Ibnu Umar berkata : “Jika kamu berada di sore hari jangan tunggu pagi hari, dan jika kamu berada di pagi hari jangan tunggu sore hari, gunakanlah kesehatanmu untuk (persiapan saat) sakitmu dan kehidupanmu untuk kematianmu”. [HR. Al-Bukhari, lihat Al Fath I/233)

 
7 Komentar

Ditulis oleh pada Oktober 22, 2010 in Tak Berkategori

 

Tag: , ,

7 responses to “Diagram Ajal, Musibah, dan Angan-Angan

  1. solikhin

    Oktober 23, 2010 at 12:55 am

    nice post…

    Tolong Akhi…cantumkan juga dua versi lainnya… Syukron…

     
    • yhougam

      Oktober 23, 2010 at 1:42 am

      yang dua lainnya mirip2 akh, garis-yang satu garis kecilnya diberi tanda panah, yang lainnya garis kecil nya ada di sisi atas ^^

       
  2. sarii

    Oktober 25, 2010 at 6:52 am

    Bagusnya, subhanallah….

     
  3. sarii

    Oktober 25, 2010 at 6:20 pm

    Afwan al akh, ya tolong kalo bisa, dimuat 2 versi lainnya ya, biar mirip tapi tetep ada versi lain bukan? Afwan wa syukron.

     
  4. yhougam

    Oktober 26, 2010 at 3:40 am

    Afwan, untuk versi diagram yang lain sengaja tidak ana tampilkan. Supaya ana dan antum sekalian tidak terpaku pada simbol dan diagram semata, akan tetapi fokus dan dapat merenungkan substansi diagram tersebut, yaitu ajal yang telah ditentukan. Nas’alullaha salamah wal ‘afiyah..

     
  5. sarii

    November 4, 2010 at 5:48 pm

    Afwan akhi, jgn salah paham, insya allah substansinya yg shrsnya kita renungkan. Mudah2an insya allah berusaha sbaik mgkn kita amalkan. Satu versi diagram sudah dan mudah2an emg benar ‘mengena’, jadi ‘mempertanyakan’ versi diagram yg lain. ‘Pgn tau’ lebih karena pgn tau bagaimana rasul ‘memaparkannya’ dg versi yg lain. Barakallahufiik.

     

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: