RSS

Sudah Jomblo Tapi Tetap Berdosa?

13 Okt

Sebelum sampai pada poin yang dimaksud, akan kami ketengahkan penjelasan Syaikh Muhammad ibn Shalih Al Utsaimin dalam Syarh Al Ushul min ‘Ilmi Ushul mulai hal. 58 cetakan Darul Bashirah, secara makna dan bukan letterlijk. Secara pribadi saya memohon maaf atas keterbatasan kami dalam penerjemahan.

Halaman tersebut membahas ta’rif (definisi) dari “haram” dalam tinjauan ushul fiqh, yaitu perkara yang jika ditinggalkan akan mendapat pahala jika imtitsal (mengharap pahala), dan jika dikerjakan pelakunya akan mendapat dosa.

Kasus 1 : Seorang berkeinginan untuk meminum khamr, kemudian dia teringat bahwa Allah Ta’ala mengharamkan khamr. Apakah dia kemudian mendapat pahala?

Jawab : Ya, dia akan diganjar berdasarkan hadits, “Hanyasanya dia meninggalkan hal tersebut karena Aku” (HR. Muslim)

Tidak termasuk dalam definisi di atas, barangsiapa meninggalkan perbuatan yang haram tidak karena imtitsal, melainkan karena lemah dan lalai.

Kasus 2 : Seorang yang tersibukkan dengan urusan dunia sehingga “lalai” dari tujuan awalnya untuk meminum khamr. Maka dia tidak diberi pahala (karena meninggalkan minum khamr), juga tidak berdosa (atas tujuan yang telah ia tetapkan).

(Kasus 3) Berbeda halnya dengan seorang yang meninggalkannya karena lemah, tidak mampu. Dia tidak berpahala, akan tetapi ia berdosa. Berdasarkan sebuah hadits tentang seorang faqir yang melihat orang lain yang kaya, dan membelanjakan hartanya di jalan selain yang diridhai Allah. Si faqir itu kemudian berkata, “Seandainya aku memiliki harta seperti Fulan aku akan berbuat seperti dia”, Nabi bersabda, “Maka ia diganjar karena niatnya, dan keduanya sama-sama berdosa”. (Shahih, riwayat Tirmidzi no. 2325 dan Ahmad no.  4/231). Akan tetapi, dosa yang ia peroleh adalah dosa niat. Karena dia lemah dan tidak mampu mengerjakannya.

(Kasus 4) Seorang yang telah mengambil sebab kepada hal yang haram tersebut, namun tidak kesampaian. Maka orang seperti ini memikul dosa yang sama persis dengan dosa pelaku yang telah “sempurna” dalam mengerjakan perbuatan haram tersebut.

Hal ini berdasarkan hadits, “Jika bertemu dua orang muslim yang tengah menghunuskan pedang, maka yang membunuh dan yang terbunuh sama-sama di neraka”. Para shahabat bertanya, “Wahai Rasulullah! Tentang pembunuh itu (kami faham -red), tapi mengapa yang terbunuh (juga masuk neraka -red)?” Rasulullah bersabda, “Sesungguhnya dia (orang yang terbunuh-red) juga bersungguh-sungguh untuk membunuh saudaranya”. (Muttafaqun ‘alaih)

-selesai penjelasan Asy Syaikh rahimahullah

Maka, jomblo terbagi menjadi tiga kategori :

  1. Jomblo yang tidak tahu bahwa pacaran itu haram, akan tetapi perkara dunia menyibukkannya dari urusan mencari pacar.
  2. Jomblo karena tidak punya pasangan/pacar, karena berpenampilan tidak menarik atau semisalnya. Dia malas dan tidak berusaha mencari pacar, akan tetapi dia berniat memiliki pacar jika dikaruniai fisik yang menarik, seperti orang lain yang juga memiliki pacar pada umumnya.
  3. Jomblo yang mengambil sebab, berusaha dengan sungguh-sungguh untuk mencari pasangan dengan cara menebar pesona, SMS sana sini, pedekate dengan lawan jenisnya, akan tetapi dia tak kunjung mendapatkan pasangan karena satu dan lain hal.
  4. Jomblo yang tahu bahwa hubungan dengan lawan jenis pra-nikah adalah haram, dan tidak berupaya mencari pacar karena imtitsal, mengharap ridha Allah semata.
Maka jomblo tipe 1 tidak berdosa dan tidak mendapat pahala, tipe 2 mendapat dosa niat, tipe 3 mendapat dosa sama seperti orang pacaran pada umumnya, dan jomblo tipe 4 mendapat pahala.
(Bintaro sektor 9, 15 Dzulqa’idah 1432 H)
 
5 Komentar

Ditulis oleh pada Oktober 13, 2011 in Islam

 

Tag: ,

5 responses to “Sudah Jomblo Tapi Tetap Berdosa?

  1. aliyaimadudeen

    Januari 5, 2013 at 4:16 pm

    Tanya Akh, Antara 1,2,3,4 yang Khamr dengan 1,2,3,4 yang Jomblo itu korelasi dan sama?

     
  2. aliyaimadudeen

    Januari 5, 2013 at 4:21 pm

    Sepertinya
    Korelasinya
    Khamr | Jomblo
    1 4
    2 1
    3 2
    4 3

    Insya Allah

     

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: