RSS

Tekanan Beton (Concrete Pressure) Saat Pengecoran

02 Des

Nilai tekanan beton saat pengecoran, sangat penting untuk diketahui dalam perancangan sistem dan detail bekisting, atau formwork baja untuk pekerjaan dengan volume besar. Sebagai gambaran untuk proyek dalam volume besar, berikut ini ilustrasi sistem perancah dan formwork dalam sebuah proyek.

Gambar 1. Sistem perancah formwork untuk pier column

Nilai tekanan beton diperlukan dalam perancangan struktur perancah agar tidak terjadi kegagalan berupa : putusnya tierod, deformasi pada formwork, atau bahkan yang paling fatal jebolnya formwork. Hal ini dapat diatasi dengan memperhitungkan beban paling besar yang terjadi saat itu, dalam artikel ini akan dibahas tentang concrete pressure.

Gambar 2. Kegagalan sistem formwork dalam bentuk patahnya tierod. Dapat dibayangkan berapa beban yang terjadi hingga baja mencapai titik ultimate

Concrete pressure sendiri dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor berikut ini :

  1. Tinggi cor, beton berada dalam kondisi cair (liquid) dan berlaku prinsip hidrostatis, besarnya tekanan berbanding linier dengan tinggi cor
  2. Kecepatan cor, semakin tinggi kecepatan cor semakin besar pula tekanan yang dihasilkan. Hal ini dikarenakan pada kecepatan cor yang rendah (misal 23 cm/jam) beton akan mulai mengeras dan tekanan yang signifikan hanya ditimbulkan oleh lapisan di atasnya yang masih cair.
  3. Berat jenis beton
  4. Suhu beton, hal ini dikarenakan semakin tinggi suhu beton, akan semakin cepat pula beton tersebut mengeras. Suhu ideal pengecoran adalah 16 – 38 derajat Celcius.
  5. Tipe semen, terutama yang ada kaitannya dengan kecepatan pengerasan beton.
  6. Proses vibrasi, internal vibration akan mengakibatkan beton benar-benar berlaku seperti liquid dan mengakibatkan tekanan yang besar. Akan tetapi proses vibrasi ini tetap penting diupayakan untuk mencegah ketidaksempurnaan hasil akhir saat beton telah mengeras (misalnya retak).
  7. Slump, semakin tinggi nilai slump semakin beton berperilaku laiknya liquid
  8. Bahan tambah kimiawi (retarder)
Sumber di sini.

Hitungan concrete pressure dapat pula dilihat pada link tersebut. Namun untuk praktisnya🙂 dibawah ini disajikan data concrete pressure berdasarkan standard DIN 1218.

TEKANAN BETON (CONCRETE PRESSURE) VS KECEPATAN COR (POURING SPEED)

BERDASARKAN DIN 1218 (dalam Kg/meter persegi)

FOR STIFF MIX

FOR SOFT MIX

FOR FLUID MIX

FOR LIQUID

SPEED

15˚C

20˚C

25˚C

15˚C

20˚C

25˚C

15˚C

20˚C

25˚C

15˚C

20˚C

25˚C

Mtr/hr

2100

1785

1470

1900

1615

1330

1800

1530

1260

1700

1445

1190

0

2600

2210

1820

2900

2465

2030

3200

2720

2240

3400

2890

2380

1

3100

2635

2170

3900

3315

2730

4600

3910

3220

5100

4335

3570

2

3600

3060

2520

4900

4165

3430

6000

5100

4200

6800

5780

4760

3

4100

3485

2870

5900

5015

4130

7400

6290

5180

8500

7225

5950

4

4600

3910

3220

6900

5865

4830

8800

7480

6160

10200

8670

7140

5

5100

4335

3570

7900

6715

5530

10200

8670

7140

11900

10115

8330

6

5600

4760

3920

8900

7565

6230

11600

9860

8120

13600

11560

9520

7

6100

5185

4270

9900

8415

6930

13000

11050

9100

15300

13005

10710

8

6600

5610

4620

10900

9265

7630

14400

12240

10080

17000

14450

11900

9

Pedoman untuk membedakan jenis beton 

TYPE OF CONCRETE

CONCRETE SLUMP (CM)

SPREAD OUT DIMENSION

STIFF MIX. K1

0-1,5

0-36

SOFT MIX. K2

1,5-5,0

36-40

FLUID MIX. K3

5,0-16,0

40-50

LIQUID MIX.

16,0

>50

Contoh penggunaan jika diketahui data berikut ini :

  • Nilai slump 14 cm
  • Tinggi kolom 3 meter, dicor rata-rata selama 1 jam

Maka beton kita golongkan sebagai Fluid Mix K3 dan dengan kecepatan cor 3 meter/jam didapat concrete pressure maksimum 6000 kg/meter persegi (diambil yang paling besar untuk keamanan desain). Nilai inilah yang dapat digunakan dan ditransformasi menjadi beban merata (untuk penyederhanaan kasus) dalam perancangan struktur perancah.

Sebagai perbandingan silahkan bereksperimen dengan tabel yang terdapat di “Buku Referensi Untuk Kontraktor Bangunan Gedung dan Sipil” terbitan PT PP (Persero). Tabel dapat dilihat di halaman 221. Dengan data yang sama, diperoleh tekanan beton sebesar 4320 kg/meter persegi. Jika digunakan tabel sesuai DIN 1218, dengan suhu 25 derajat Celcius ketemu 4200 kg/meter persegi. Jadi nampaknya dalam buku tersebut digunakan suhu ideal cor yang sesuai dengan iklim tropis, yaitu 25 derajat Celcius. Akhir kata ya, pilihlah yang paling sesuai dengan “hati nurani”-mu..🙂

Demikian, semoga bermanfaat!

NB : Tautan (link) saya di atas sangat berguna sebagai acuan standar keamanan dalam mendesain struktur perancah.

 
1 Komentar

Ditulis oleh pada Desember 2, 2011 in Teknik Sipil UGM

 

Tag: , , ,

One response to “Tekanan Beton (Concrete Pressure) Saat Pengecoran

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: