RSS

Uwais Al Qarni, Tabi’in Terbaik

10 Nov

Mengenal Uwais Al Qarni

Beliau Uwais Al Qarni, memiliki nama kuniyah Abu ‘Amr, nama beliau Uwais bin ‘Amir bin Juz’in bin Malik Al Qarni Al Muradi Al Yamani. Beliau termasuk tabi’in senior, wali yang shalih, hidup pada zaman Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam dalam kondisi beliau masuk Islam, namun belum pernah berjumpa dengan Nabi.  Beliau terhalangi dari melakukan perjalanan ke Madinah, karena baktinya kepada ibu beliau (Hilyatul ‘Auliya 2/87), sehingga beliau tidak dikategorikan sebagai shahabat (karena tidak bertemu dengan Nabi), namun tabi’in. Beliau lahir dan besar di Yaman. Adz Dzahabi berkata mengenai beliau, “Seorang teladan yang zuhud, penghulu para tabi’in di zamannya, termasuk diantara wali-wali Allah yang shalih lagi bertaqwa, dan hamba-hambanya yang ikhlas” (Siyar A’lam An Nubala’ 4/19)

Kisah Uwais Al Qarni dalam Shahih Muslim

Dari Usair bin Jabir beliau berkata, “Adalah Umar bin Khathab radhiyallahu ‘anhu apabila ditemui oleh gubernur-gubernur Yaman beliau selalu bertanya, ‘Adakah diantara kalian yang bernama Uwais bin Amir?’. Hingga akhirnya beliau bertemu dengan Uwais dan beliau berkata,

‘Engkau Uwais bin Amir?’. Uwais menjawab, ‘Ya’. ‘Dari Murad, kemudian Qarn?’.  Uwais menjawab, ‘Ya’.  ‘Engkau pernah terkena penyakit belang, kemudian sembuh dan tersisa bekasnya sebesar koin dirham?’ Uwais menjawab, ‘Ya’. ‘Engkau tinggal bersama ibumu?’ Uwais menjawab, ‘Ya’.

Umar berkata, ‘Aku mendengar Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda : Uwais bin ‘Amir akan datang bersama rombongan gubernur Yaman, dia berasal dari Murad, kemudian tinggal di Qarn, dia punya penyakit belang, kemudian sembuh kecuali tersisa bekas sebesar koin dirham, dia punya seorang ibu dan sangat berbakti pada ibunya, andai ia berdoa kepada Allah pasti akan terkabul, maka jika engkau bisa meminta kepadanya untuk memohonkan ampun atasmu, lakukanlah’.

Umar berkata, ‘Maka mohonkanlah ampun untukku’. Uwais pun berdoa memohonkan ampun bagi Umar. Umar lantas berkata, ‘Hendak kemana engkau pergi?’. Uwais menjawab, ‘Kuffah’. Umar bertanya lagi, ‘Maukah aku tuliskan surat agar gubernur Kuffah melayanimu?’. Uwais menjawab, ‘Berada di tengah-tengah manusia lebih aku sukai daripada terkenal’. (HR Muslim no. 2542)

Diantara faidah yang dapat dipetik dari potongan hadits riwayat Muslim di atas ialah :

  1. Hadits ini diantara pertanda kenabian yang dimiliki Nabi kita shallallaahu ‘alaihi wa sallam, yang mengabarkan tentang kondisi Uwais, nasabnya, kampungnya, hingga penyakit yang dideritanya, hingga tiba zaman Umar radhiyallahu ‘anhu, persis apa yang didapati Umar dengan yang disabdakan Nabi.
  2. Berbakti kepada kedua orang tua adalah diantara sebab dikabulkannya doa. Marilah bersama kita cermati hal ini, diantara yang membuat ampuhnya Uwais dalam berdoa ialah berbaktinya beliau kepada ibunya.
  3. Keutamaan berbakti kepada kedua orang tua, yang dengannya tercapailah segala kebaikan bagi Uwais.
  4. Tawadhu’, rendah hati, dan betapa bersemangatnya Umar bin Khathab dalam kebaikan, yang ditunjukkan dari sikap beliau yang segera menemui Uwais dan memintakan ampun pada Uwais.
  5. Sikap Umar dalam tatsabbut, memastikan betul-betul bahwa itu Uwais, dengan menanyakan detil kondisi Uwais, sebelum mengabarkan berita gembira Nabi kepada Uwais.
  6. Perhatian Umar bin Khathab kepada orang-orang yang memiliki keutamaan seperti Uwais, yaitu niat beliau untuk menuliskan surat dalam rangka memudahkan perjalanan Uwais.
  7. Disyariatkannya seseorang untuk memintakan ampun baginya, kepada orang lain. Hal ini boleh dilakukan kepada orang yang masih hidup lagi memiliki keutamaan, shalih. Bukan berarti dilakukan kepada setiap orang (tanpa memilah dan memilih keutamaan orang tersebut), sebagaimana yang lazim dilakukan orang saat ini.
  8. Hikmah Allah Ta’ala –wallahu a’lam– dengan menyisakan bekas penyakit belang Uwais sebesar koin dirham, agar beliau tidak lupa akan karunia Allah berupa disembuhkannya beliau dari penyakit tersebut.
  9. Keutamaan menyembunyikan diri, tidak menampakkan diri dan mencari popularitas, seperti yang dikatakan Uwais di akhir hadits.
  10. 10.    Terkadang Allah memberi keutamaan bagi sebagian orang secara khusus. Sebagaimana yang diberikan kepada Uwais, yang tidak diberikan kepada shahabat secara umum. (diambil dari artikel “Khairut Tabi’in Uwais Al Qarni Rahimahullahu Ta’ala”, Syaikh Salim bin Sa’ad Al Thawiil)

Diantara Perkataan Hikmah dari Uwais Al Qarni

Beliau memiliki perkataan seputar khauf (rasa takut) dan muraqabah (merasa diri selalu diawasi oleh Allah) yaitu, “Jadilah engkau seakan engkau telah membunuh seluruh manusia di muka bumi ini tanpa hak” (Al Hakim dalam Mustadrak 3/458). Maksud beliau agar memperbesar rasa khauf dan muraqabah.

Asbagh bin Zaid berkata, “Uwais Al Qarni apabila di sore hari, beliau berkata, ‘Ini adalah malam untuk ruku’ maka beliau ruku’ sepanjang malam hingga shubuh (yaitu panjang shalat malam beliau –pent), beliau juga berkata, ‘Ini adalah malam untuk bersujud’ maka beliau pun bersujud hingga shubuh tiba” (Hilyatul Auliya, 2/87)

Asy Sya’bi berkata, “Seseorang dari Murad bertemu dengan Uwais Al Qarni dan berkata, ‘Bagaimana kabarmu wahai Uwais?’. Uwais menjawab, ‘Kabarku baik, segala puji bagi Allah’. Beliau ditanya lagi, ‘Bagaimana waktumu wahai Uwais?’. Uwais menjawab, ‘Bagaimana kira-kira waktu bagi seorang yang jika sampai waktu pagi, ia mengira bahwa tiada akan dijumpainya sore, dan jika sore tiba, ia mengira tiada akan dijumpainya pagi. Kira-kira, ia akan diberi kabar gembira akan surga, atau neraka, wahai pemuda Murrad! Sungguh kematian dan selalu mengingatnya, tidak akan menyisakan keceriaan bagi seorang mukmin, mengetahui hakikat Allah tidak akan menyisakan harta berupa emas dan perak, dan tegaknya seseorang di atas al haq tidak akan menyisakan seorang pun kawan baginya”. (Hilyatul ‘Auliya 2/83)

Wafat Uwais Al Qarni Rahimahullah

Mayoritas ulama menyebutkan beliau wafat di hari perang Shiffin (37 H), beliau berada di barisan Ali bin Abi Thalib radhiyallahu ‘anhu dan gugur. (Sumber biografi : Tarjamatu Uwais Al Qarni Rahimahullah, Syaikh Muhammad Shalih Al Munajjid, artikel www.islamqa.info)

Semoga kita dapat mengambil hikmah dari kisah beliau. [Yhouga Pratama, artikel untuk Buletin At Tauhid Yogyakarta]

 
2 Komentar

Ditulis oleh pada November 10, 2012 in Islam

 

Tag: , , , , , ,

2 responses to “Uwais Al Qarni, Tabi’in Terbaik

  1. embuni

    Februari 19, 2013 at 7:52 am

    Reblogged this on ruangkata perempuanembun and commented:
    Kerinduannya pada Rasulullah, baktinya pada ibu, mata mana yang takmenangis, hati siapa yang takbergetar jikalau membaca kisahnya..

     
  2. doel

    Maret 6, 2013 at 4:24 pm

    sangat suka kisah uwais

     

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: