RSS

Perang Tabuk (Bagian 1 : Muqaddimah)

24 Des

Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam keluar untuk perang Tabuk pada bulan Rajab, tahun 9 Hijriah (lihat Tafsir Ath Thabari 14/540-542), kira-kira enam bulan setelah sekembalinya beliau dari Tha’if. (lihat Fathul Bari 16/237)

Perang ini terkenal dengan nama perang Tabuk, dinisbatkan kepada sebuah tempat yaitu mata air Tabuk, tempat tujuan pasukan Islam (yang tengah bersafar -pent). Asal nama ini terdapat dalam Shahih Muslim, diriwayatkan dari Mu’adz bahwa Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Besok kalian insya Allah akan menuju mata air Tabuk, dan sungguh kalian tidak akan mendatanginya hingga matahari meninggi, maka barangsiapa yang telah sampai disana janganlah membasuh dengan air (maksudnya berwudhu untuk shalat Dhuhur -pent) hingga aku sampai”. (HR Muslim 4/1784)

Ada penamaan lain untuk perang ini yaitu perang ‘Usrah, dan telah ditetapkan penamaan ini dalam Al Qur’an Al Karim ketika menceritakan tentang perang ini, dalam surat At Taubah, Allah Ta’ala berfirman (yang artinya), “Sesungguhnya Allah telah menerima taubat Nabi, orang-orang muhajirin dan orang-orang Anshar yang mengikuti Nabi dalam masa ‘usrah (kesulitan), setelah hati segolongan dari mereka hampir berpaling, kemudian Allah menerima taubat mereka itu. Sesungguhnya Allah Maha Pengasih lagi Maha Penyayang kepada mereka” (QS At Taubah : 117)

Al Bukhari meriwayatkan dengan sanad yang sampai kepada Abu Musa Al Asy’ari, beliau berkata, “Sahabat-sahabatku mengutusku menemui Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam untuk meminta sejumlah hewan tunggangan karena mereka telah mengambil bagian dalam perang ‘Usrah, yaitu perang Tabuk…”, dan Al Bukhari memberi judul bab, “Bab Perang Tabuk yaitu Perang ‘Usrah”. (Shahih Al Bukhari 5/150 no 4415)

Disebut dengan perang ‘usrah karena berbagai macam kesulitan dijumpai oleh kaum muslimin, cuaca buruk, jarak tempuh yang sangat jauh, perjalanan yang sulit karena sedikitnya bekal dan ransum yang dibawa oleh kaum muslimin menuju medan tempur, sedikitnya air selama safar yang panjang padahal mereka menghadapi cuaca yang sangat terik, juga sedikitnya harta yang dibawa oleh pasukan, maupun yang diinfakkan untuk mereka. Dalam tafsir Abdur Razzaq dari Ma’mar bin ‘Uqail beliau berkata, “Mereka keluar dengan kenampakan jumlah pasukan yang sedikit, cuaca yang sangat terik, hingga para pasukan terpaksa membunuh unta-unta, kemudian membelah perutnya untuk mengambil cadangan air dalam perut unta tersebut, itulah krisis air yang terjadi waktu itu”

Al Faruq Umar bin Khathab menceritakan beratnya rasa haus yang dialami kaum muslimin waktu itu, “Kami keluar bersama Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam menuju medan Tabuk, dalam cuaca terik yang teramat sangat, dan kami merasa teramat haus hingga mengira leher-leher kami akan putus, sampai-sampai jika salah seorang dari kami ingin pergi untuk membuang hajat dan ia tak kunjung kembali, kami mengira lehernya telah putus (karena mati kehausan -pent), dan sampai-sampai seseorang menyembelih untanya (padahal unta adalah harta dan perbekalan perang yang sangat penting -pent) untuk membelah perutnya kemudian minum cadangan air dalam perutnya tersebut”

Ada penamaan ketiga untuk perang ini, yaitu Al Fadhahah. Az Zarqaniy rahimahullah meriwayatkan dalam kitabnya “Syarh Al Mawahib”, dinamai demikian karena perang ini menyingkap hakikat kaum munafiqin, membongkar kedok mereka, membuka rencana permusuhan, makar, dan kedengkian mereka, dan membuka jati diri mereka yang keji.

Adapun lokasi Tabuk terletak di utara Hijaz, 778 mil dari kota Madinah, dan merupakan wilayah kekuasaan penguasa Romawi waktu itu.

Sebab Peperangan

Ibnu Katsir berpendapat bahwa sebab peperangan Tabuk yang paling mendasar ialah dalam rangka menunaikan kewajiban berjihad (maksudnya memerangi suatu negara/kaum sebagai sarana untuk membebaskan negara tersebut dari peribadatan kepada selain Allah -pent). Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam telah bertekad untuk memerangi Romawi, karena merekalah kaum yang paling dekat kepada Islam, juga kaum yang paling utama untuk disampaikan dakwah kepada al haq, dan dalam rangka mendekatkan mereka pada Islam dan pemeluknya. Allah Ta’ala berfirman “Hai orang-orang yang beriman, perangilah orang-orang kafir yang di sekitar kamu itu, dan hendaklah mereka merasakan sikap keras dari kalian, dan ketahuilah, bahwasanya Allah bersama orang-orang yang bertakwa” (QS. At Taubah : 123)

Pendapat Ibnu Katsir ini lebih mencocoki kebenaran, dari pendapat-pendapat ahli sejarah lain tentang sebab perang Tabuk, karena perintah yang mendasari adanya kewajiban jihad ialah memerangi kaum musyrikin, kemudian jika telah tertunaikan (perang Tabuk dilaksanakan setelah Fathu Makkah -pent), barulah memerangi ahli kitab yang menghambat dakwah Islam dan melakukan provokasi terhadap kaum muslimin.

Namun tidak menutup kemungkinan juga apa yang disebutkan oleh para ahli sejarah, bahwa sebab perang Tabuk diawali dari ambisi Romawi untuk memerangi kaum muslimin, dalam rangka mencegah adanya kemungkinan lepasnya daerah-daerah jajahan Romawi lainnya.

Perang Tabuk terjadi ketika kaum muslimin tengah bersiap menghadapi kemungkinan serangan dari wilayah Ghassan, Syam. Peristiwa ini terekam dalam Shahih Bukhari, dari hadits Umar bin Khathab yang menanyakan perihal Nabi yang tengah memboikot istri-istrinya selama sebulan. Umar berkata, “Sebelumnya, kami telah saling berdiskusi bahwa Ghassan tengah mempersiapkan kendaraannya untuk memerangi kami. Pada hari dimana seharusnya ia datang, sahabatku seorang Anshar menghadiri majelis lalu kembali menemuiku setelah shalat Isya’, dan mengetuk pintu rumahku dengan sangat keras seraya berkata, ‘Cepat buka!’, maka aku pun segera keluar menemuinya. Ia berkata, ‘Sungguh telah terjadi perkara besar!’. Aku bertanya, ‘Perkara apa? Apakah Ghassan telah datang?’. Ia menjawab, ‘Tidak, bahkan yang lebih besar dari itu. Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam telah menceraikan istri-istrinya…”

(sumber : Ghazwat Ar Rasul shallallaahu ‘alaihi wa sallam Durus wa ‘Ibar wa Fawaid, Ali Muhammad Ash Shalabi hal. 312-313)

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Desember 24, 2012 in Tak Berkategori

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: