RSS

Jangan Asal Menamai Anak

11 Apr

Setelah beberapa bulan ini disibukkan dengan kehamilan, walhamdulillah, anak pertama dengan segala jenis keluh kesahnya selama trimester awal. Kini mulai disibukkan dengan kegiatan yang cukup mengasyikkan buat calon orangtua muda seperti kami, mencari nama. Kegiatan yang hampir pasti diwarnai perdebatan panjang, brainstorming, dan diskusi yang seru. Dari aktifitas inilah saya mulai mencari beberapa fatwa terkait tasmiyyah. Saya sebut fatwa karena membaca kitab Syaikh Bakr Abu Zaid berjudul Tasmiyyatul Maulud terasa agak berat. Beliau terkenal dengan gaya bahasanya yang sedikit susah untuk level pemula seperti kami ini. Sehingga artikel fatwa Lajnah dan Islam Q&A cukuplah untuk belajar otodidak. Berikut ini ringkasan beberapa poin yang bisa kami dapatkan, semoga bermanfaat.

1. Wajib bagi para orangtua untuk mencarikan nama yang baik bagi putra putrinya. Inilah hadiah pertama bagi si anak. Berkata Al Mawardi dalam Nashihatul Muluk hal. 167 :

” فإذا ولد المولود ، فإن من أول كراماته له وبره به أن يُحَلِّيَه باسمٍ حسنٍ ، فإن للاسم الحسن موقعاً في النفوس مع أول سماعه “

“Dan apabila bayi telah lahir, diantara awal kemuliaan baginya ialah nama yang dilekatkan padanya, karena nama yang baik akan melekat dalam jiwa bagi pemiliknya, sejak awal terdengarnya nama itu”

2. Tidaklah dianjurkan hukumnya, berpegang hanya dengan nama para shahabat atau shahabiyah. Karena sebagian dari nama tersebut barangkali ma’ruf di suatu negeri, namun belum tentu ma’ruf dan biasa dipakai di negeri lainnya. Apabila memang ingin menamai anak dengan nama nabi dan rasul, ataupun orang shalih, namailah dengan nama yang biasa dipakai dan tidak terdengar asing di masyarakat sekitar.

3. Wajib menghindari nama yang khusus digunakan oleh suatu agama.

” كجرجس وبطرس ويوحنا ومتى ونحوها ، لا يجوز للمسلمين أن يتسموا بذلك ؛ لما فيه من مشابهة النصارى فيما يختصون به “

“Semisal George, Petrus, Yohana, Matius, atau yang semisal itu. Tidak boleh bagi kaum muslimin untuk menamai anak seperti yang telah dicontohkan itu, karena termasuk penyerupaan dengan umat Nasrani dalam hal-hal yang khusus bagi mereka” (Ahkam Ahl Adz Dzimmah, Ibnul Qayyim, 3/251)

4. Bagi a’jamiy atau orang non-Arab, boleh menggunakan nama yang bermakna baik, walaupun itu bukan berasal dari bahasa Arab. Karena begitulah sunnah para Nabi terdahulu, mereka menamai anak keturunan mereka dengan nama yang bermakna baik dan sesuai dengan negeri tempat asal mereka. Contoh : Israil, Ishaq, Musa, Harun, kesemuanya bukan berasal dari bahasa Arab.

5. Beberapa rambu-rambu nama yang sebaiknya dihindari :

  • Nama yang khusus hanya bagi Allah, seperti : Al Qudus, Al Khaliq. Atau nama yang sifatnya hanya melekat pada Allah, contoh : Malikul Muluk (raja dari segala raja). Nama Malikul Muluk ini dikhususkan sebagai nama yang terlarang, berdasarkan sabda Nabi, “Manusia paling menderita di hari kiamat kelak ialah seorang lelaki bernama Malikul Muluk” (HR Bukhari 2606) Adapun nama yang mengandung sifat yang bisa dimiliki oleh Allah, dan bisa juga dimiliki oleh makhluq, boleh. Contoh : Ali, Lathif, Badi’. Menurut cerita di desa seorang kawan, ada anak yang diberi nama “Tuhan”. Menurut pandangan kami, penamaan ini juga termasuk yang terlarang dalam bahasa kita. Wallahu a’lam.
  • Nama yang terkandung sifat hanya dimiliki oleh Nabi, contoh : Sayyid Walad Adam (junjungan anak Adam), Sayyidun Naas (tuannya segenap manusia). Ulama Hanabilah melarang keras nama seperti ini.
  • Nama yang terkandung penghambaan kepada selain Allah. Contoh : Abdur Rasul, Ghulam Ahmad (salah satu makna ghulam ialah khadim : pelayan, pembantu). Perhatikan kisah sahabat mulia Abdurrahman bin Auf radhiyallahu anhu berikut ini :

قال الصحابي الجليل عبد الرحمن بن عوف رضي الله عنه : كان اسمي عبد عمرو – وفي رواية عبد الكعبة – ، فلما أسلمت سماني رسول الله صلى الله عليه وسلم عبد الرحمن . رواه الحاكم 3/306 ووافقه الذهبي

“Dahulu namaku Abdu ‘Amr -di sebagian riwayat Abdul Ka’bah- ketika aku masuk Islam, Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam menamaiku dengan Abdurrahman” (riwayat Al Hakim 3/306, dan disepakati oleh Adz Dzahabi)

  • Nama yang bermakna buruk. Nabi pernah mengganti nama “Ashiyah” yang bermakna perempuan yang bermaksiat, menjadi “Jamilah” (HR Muslim)
  • Nama thaghut, berhala, dan semua yang disembah selain Allah. Contoh : Firaun, Syaithan
  • Nama tokoh yang populer karena kesesatannya, dan penamaan tersebut memang dalam rangka tasyabbuh dengan tokoh tersebut. Adapun apabila namanya memang pada maknanya baik, dan tidak dimaksudkan untuk meniru nama tokoh yang dimaksud, maka boleh.
  • Nama hewan yang dikenal dengan sifat jeleknya. Contoh : Kalbun (anjing), Khimarun (keledai)
  • Nama yang bermakna tazkiyah (menyucikan diri). Contoh ; Taqiy (orang yang bertaqwa), ‘Abid (ahli ibadah)
  • Nama-nama syaithan, contoh : Iblis, Ifrith
  • Nama yang bermakna celaan atau kutukan
  • Nama yang asing dan tidak dikenal di masyarakat
  • Nama yang digandengkan dengan kata “Din” atau “Islam”. Contoh : Nuruddin, Imaduddin, Nurul Islam, nama seperti ini tidak disukai oleh para ulama karena mengandung unsur tazkiyah yang sangat besar. Diceritakan bahwa Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah juga tidak menyukai nama Taqiyuddin yang melekat pada dirinya. Beliau mengatakan لكن أهلي لقبوني بذلك فاشتهر  “Akan tetapi keluargaku telah menggelariku dengan nama ini sehingga terkenallah aku dengannya”.
  • Nama yang digandengkan dengan nama Allah, selain yang bersifat penghambaan. Contoh : Rahmatullah, Hasbullah. Begitu pula sebaiknya tidak memberi nama yang digandengkan dengan kata “Rasul”.
  • Nama yang mengundang syahwat, khususnya bagi perempuan. Contoh : Fatin, Fitna
  • Nama malaikat, terlarang bagi perempuan karena mirip kebiasaan kaum musyrikin Quraisy yang beranggapan bahwa malaikat adalah anak-anak perempuan Allah. Sehingga mereka menyukai memberi nama malaikat bagi anak perempuan.
  • Nama surat dalam Al Quran, contoh : Thoha, Yasin, Hamim

Referensi :

 

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada April 11, 2014 in Islam

 

Tag: , , ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: