RSS

Kiat-Kiat Meraih Syafaat (Dr. Muhammad Al Habdan)

09 Mei

Syaikh Dr. Muhammad ibn Abdillah Al Habdan hafizhahullah dalam makalah beliau “Asy Syafa’at, Aqsamuhu wa Asbabuhu” menjelaskan beberapa kiat untuk mendapatkan syafaat berikut ini :

  1. Memurnikan tauhid. Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda kepada Abu Hurairah radhiyallahu anhu, “Syafaatku ialah bagi mereka yang bersaksi bahwa tiada sesembahan yang berhak disembah kecuali Allah, dengan persaksian yang tulus, yang lisannya membenarkan hatinya, dan hatinya juga membenarkan lisannya” (HR Ahmad)
  2. Memperbanyak membaca Al Quran, terutama surat Al Baqarah, Ali Imran, dan Al Mulk. Dari Abu Umamah Al Bahiliy radhiallahu anhu beliau mendengar Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Bacalah oleh kalian Al Quran, karena ia akan datang kelak pada hari kiamat untuk memberi syafaat kepada pembacanya. Bacalah oleh kalian Az Zahrawain (dua bunga), yaitu surat Al Baqarah dan surat Ali Imran karena keduanya akan datang pada hari kiamat kelak seperti dua gumpalan awan, atau seperti dua bayang-bayang, atau seperti dua kawanan burung yang akan membela para shahabatnya. Bacalah oleh kalian surat Al Baqarah karena sungguh yang mengambilnya akan memperoleh berkah, dan yang meninggalkannya akan merugi. Dan perkara ini tidak akan mampu dilakukan oleh al bathalah” (HR Muslim). Muawiyah berkata, “Telah sampai kepadaku bahwa al bathalah ialah tukang sihir”. Demikian juga surat Tabarak (Al Mulk). Dari Abu Hurairah radhiyallahu anhu dari Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam beliau bersabda, “Sungguh suatu surat dari Al Quran (yang terdiri atas) 30 ayat akan memberi syafaat kepada seorang hingga ia diampuni dosa-dosanya, itulah surat ‘Tabarakalladzi biyadihil mulk’” (HR Tirmidzi, dihasankan oleh Al Albani)
  3. Memperbanyak puasa. Dari Abdullah ibn Umar radhiallahu anhu bahwasanya Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Puasa dan Al Quran akan memberi syafaat kepada hamba di hari kiamat, puasa berkata ‘Ya Rabbi, aku telah mencegahnya dari makan dan syahwat di siang hari maka berilah aku syafaat untuknya’, Al Quran berkata ‘Aku telah mencegahnya dari tidur di malam hari maka berilah aku syafaat untuknya” (HR Ahmad, dishahihkan Al Albani)
  4. Tinggal di Madinah dan meninggal dunia disana. Dari Abu Said bekas budak Al Mahri bahwasanya beliau datang kepada Abu Said Al Khudri radhiallahu anhu pada suatu malam, dan mengutarakan keinginannya untuk pindah dari Madinah karena mengeluhkan harga barang-barang yang mahal dan banyaknya tanggungan keluarganya. Beliau mengabarkan bahwa sudah tidak sabar akan kerasnya hidup di Madinah dan sulitnya tinggal disana. Abu Said Al Khudri kemudian berkata, “Celaka engkau! Aku tidak menganjurkan hal tersebut, aku mendengar Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda, ‘Tidaklah seorang bersabar atas sulitnya (Madinah) kemudian meninggal, kecuali aku akan memberikan syafaat atau menjadi saksi baginya di hari kiamat, apabila ia seorang muslim” (HR Muslim)
  5. Memperbanyak bershalawat atas Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam dan memintakan al wasilah untuk beliau. Dari Abdullah ibn Umar ibn Ash radhiyallahu ‘anhu bahwa ia mendengar Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Jika kalian mendengar muadzin maka katakanlah yang semisal dengannya, lalu bershalawatlah atasku karena sungguh barangsiapa yang bershalawat atasku dengan satu shalawat, Allah akan bershalawat atasnya 10 shalawat. Dan mintalah kepada Allah untukku al wasilah, karena ia adalah sebuah tempat di surga yang tidak akan diberikan kecuali kepada seorang dari hamba-hamba Allah, dan aku berharap itu ialah aku. Maka barangsiapa memintakan untukku al wasilah, aku halalkan untuknya asy syafa’at” (HR Muslim)
  6. Menghadiri shalat jenazah. Dari Aisyah radhiallahu anha, dari Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam beliau bersabda, “Tidaklah seorang mayit yang dishalatkan oleh 100 orang dari kaum muslimin, lalu seluruhnya memberikan syafaat untuknya (yaitu dengan mendoakan kebaikan), melainkan syafaatnya akan diperkenankan” (HR Muslim). Ini menjadi motivasi bagi kita agar menghadiri shalat jenazah dan mendoakan kebaikan, semoga dengannya Allah kemudian menjadikan jenazah kita kelak dishalatkan oleh 100 orang dan seluruhnya juga mendoakan kebaikan untuk kita. Aamiin ya mujiibas saa’iliin.
  7. Memperbanyak shalat. Dari Rabi’ah ibn Ka’ab Al Aslami radhiallahu anhu beliau berkata, “Dulu aku pernah bermalam bersama Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam dan aku membawakan air wudhu dan keperluan beliau, maka beliau shallallaahu ‘alaihi wa sallam berkata, ‘Mintalah!’, aku menjawab, ‘Aku minta kepadamu agar bisa menemanimu kelak di surga’. Beliau berkata lagi, ‘Ada lagi selain itu?’, aku menjawab, ‘Cukup’. Maka beliau bersabda, ‘Maka bantulah aku atas dirimu dengan memperbanyak sujud’” (HR Muslim).
 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Mei 9, 2014 in Islam

 

Tag: , , ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: