RSS

Hidrologi dan Penghuni Neraka

03 Jun

image

Biasanya di lembar persembahan dari buku-buku hidrologi lokal (contohnya di buku Hidrologi Prof Sri Harto Br), disitir ayat ini :

اَللّٰهُ الَّذِىۡ يُرۡسِلُ الرِّيٰحَ فَتُثِيۡرُ سَحَابًا فَيَبۡسُطُهٗ فِى السَّمَآءِ كَيۡفَ يَشَآءُ وَيَجۡعَلُهٗ كِسَفًا فَتَرَى الۡوَدۡقَ يَخۡرُجُ مِنۡ خِلٰلِهٖ​ۚ فَاِذَاۤ اَصَابَ بِهٖ مَنۡ يَّشَآءُ مِنۡ عِبَادِهٖۤ اِذَا هُمۡ يَسۡتَبۡشِرُوۡنَۚ‏ 

“Allah, Dialah yang mengirim angin, lalu angin itu menggerakkan awan dan Allah membentangkannya di langit menurut yang dikehendaki-Nya, dan menjadikannya bergumpal-gumpal; lalu kamu lihat hujan keluar dari celah-celahnya, maka apabila hujan itu turun mengenai hamba-hamba-Nya yang dikehendaki-Nya, tiba-tiba mereka menjadi gembira” (QS Ar Ruum : 48)

Tapi nampaknya ayat ini lebih pas untuk diletakkan di buku-buku geografi, klimatologi, dan sebagainya karena lebih menjelaskan proses hujan. Menurut saya ayat berikut ini lebih pas dijadikan motivasi untuk belajar hidrologi dan juga sekaligus hidrolika :

وَنَادَىٰ أَصْحَابُ النَّارِ أَصْحَابَ الْجَنَّةِ أَنْ أَفِيضُوا عَلَيْنَا مِنَ الْمَاءِ أَوْ مِمَّا رَزَقَكُمُ اللَّهُ ۚ قَالُوا إِنَّ اللَّهَ حَرَّمَهُمَا عَلَى الْكَافِرِين

“Dan penghuni neraka menyeru penghuni syurga: ” Limpahkanlah kepada kami sedikit air atau makanan yang telah dirizkikan Allah kepadamu”. Mereka (penghuni surga) menjawab: “Sesungguhnya Allah telah mengharamkan keduanya itu atas orang-orang kafir” (QS Al A’raaf : 50)

Lho, apa hubungannya hidrologi dengan neraka? Perhatikan penjelasan Al Imam Al Qurthubi berikut ini.

في هذه الآية دليل على أن سقي الماء من أفضل الأعمال . وقد سئل ابن عباس : أي الصدقة أفضل ؟ فقال : الماء ، ألم تروا إلى أهل النار حين استغاثوا بأهل الجنة أن أفيضوا علينا من الماء أو مما رزقكم الله ؟

“Ayat ini dalil bahwasanya mengalirkan air (untuk irigasi, memberi minum hewan ternak, dsb) termasuk diantara amal yang paling utama. Ibnu Abbas pernah ditanya, ‘Sedekah apa yang paling utama?’ Beliau menjawab, ‘Sedekah air, tidakkah engkah lihat penghuni neraka ketika mereka meminta kepada penghuni surga untuk memberikan air atau apa dari yang telah dirizkikan kepada mereka?”

Maka termasuk diantara sarana mengalirkan air, adalah ilmu bagaimana mengalirkan air itu sendiri. Kala ulang hujan, debit andalan, inlet, outlet, dan berbagai hal yang dibutuhkan dalam proses perancangan pengaliran air itu sendiri. Terdapat sebuah hadits berikut ini.

إذا كثرت ذنوبك فاسق الماء على الماء. تتناثر ذنوبك

“Bila dosamu banyak, alirkanlah air. Niscaya dosamu akan terhapus karenanya”

Diriwayatkan oleh Abu Bakr Khatib Al Baghdadi, Syaikh Ibn Baz berkata : dhaif karena terdapat di sanadnya Ibn Musa Al Muzanni, Adz Dzahabi berkata dia tidak dikenal, akan tetapi dalam perkara mengalirkan air terdapat dalil-dalil yang lain. Dan hal ini adalah termasuk perkara kebaikan dan kebajikan.

(Lihat http://www.alifta.net/fatawa/fatawaDetails.aspx?BookID=4&View=Page&PageNo=7&PageID=5133&languagename=)
َ

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Juni 3, 2014 in Tak Berkategori

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: