
Dzikrullah, berdzikir mengingat Allah merupakan amalan yang sangat agung, ia merupakan sebab diturunkannya berbagai nikmat, penolak segala bala’ dan musibah. Ia merupakan sebab kuatnya hati, penyejuk bagi pandangan mata manusia, ruh bagi kehidupan, sekaligus sebab hidupnya ruh itu sendiri. Betapa seorang hamba teramat butuh akan dzikrullah, dan tidak merasa cukup dengannya dalam berbagai situasi dan kondisi. Allah Ta’ala berfirman yang artinya, “Hai orang-orang yang beriman, berdzikirlah (dengan menyebut nama) Allah, dzikir yang sebanyak-banyaknya.” (QS. Al Ahzab : 41). Dalam ayat sebelumnya Allah juga berfirman yang artinya, “Laki-laki dan perempuan yang banyak menyebut (nama) Allah, Allah telah menyediakan untuk mereka ampunan dan pahala yang besar.” (QS. Al-Ahzab: 35). Banyaknya perintah berdzikir ini menunjukkan bahwa seorang hamba teramat butuh akan dzikrullah, dan hendaknya tidak meninggalkannya walau sekejap mata sekalipun. Sampai-sampai dalam Shahih Bukhari diriwayatkan dari Abu Musa bahwa Nabi shallallaahu alaihi wa sallam bersabda, “Permisalan orang yang berdzikir mengingat Rabb-Nya, dengan orang yang tidak, adalah bagaikan seorang yang hidup dengan seorang yang mati”.
Oleh karena itulah dzikir memiliki berbagai faidah, sebagaimana disebutkan oleh Ibnu Qayyim Al Jauziyyah rahimahullah dalam “Al Wabilush Shayyib”, diantaranya sebagai berikut. Read the rest of this entry »